Thursday, March 31, 2011

Hubungan Pernikahan (Ep 39)

EPISODE 39 THE MARITAL RELATIONSHIP

Muhammad: Pemirsa yang terkasih, selamat datang pada program kami “Question About Faith” (Pertanyaan-pertanyaan Tentang Iman) bersama tamu kami yang terhormat, Pendeta Zakaria Boutros. Selamat datang Bapak Pendeta.

Pendeta Zakaria: Terima kasih.

Muhammad: Pada episode yang lalu, kita telah menyelesaikan diskusi kita tentang perang dan perdamaian. Pada episode kali ini kita akan berbicara tentang hubungan pernikahan, hubungan antara laki-laki dan istrinya, dalam Islam dan Kekristenan.



Kristus berkata,“Baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.” Kami memiliki begitu banyak pertanyaan disini mengenai hal ini. Bagaimana hubungan antara pria dan wanita, yaitu suami dan istri? Bagaimana dengan referensi dari agama Islam yang dapat Anda bagi dengan kami tentang situasi-situasi kehidupan utusan Allah? Dan apakah ada tradisi-tradisi para nabi atau pengajaran-pengajaran mengenai hal ini?

Pendeta Zakaria: Tetapi pertama, saya ingin mengkoreksi satu kalimat, bila Anda tidak keberatan. Silahkan. Kristus, kemuliaan bagi Dia selamanya. Amen. Jadi, mengenai pernikahan, Tuhan Yesus berkata, “Baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri, sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.” Dia menguduskan hubungan ini, karena dalam Surat Efesus, dikatakan, “Rahasia ini besar” Kemudian Alkitab mengatakan, “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur.” Ini adalah mengenai kekudusan sebuah pernikahan, misteri pernikahan dalam Kekristenan, karena ini mengenai satu ikatan diantara hanya 2 orang, mereka bahkan tidak dapat dipisahkan, karena Kristus berkata, “Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.” ,apabila engkau ingin menceraikan istrimu. Tetapi Anda tahu apa yang dikatakan Yesus kepada mereka? “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa

yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.” Inilah arti sebuah hubungan kudus yang tidak dapat dipisahkan. Dan kemudian Dia melanjutkan dengan jelas, “Apa yang telah disatukan Tuhan, tidak dapat dipisahkan oleh manusia.” Oleh karena itu, pernikahan dalam Kekristenan adalah kudus. Dan sekarang kita lihat bagaimana posisi pernikahan dalam Islam. Hal ini sudah terkenal dengan apa yang dikatakan ayat-ayat Quran, “menikahlah … ” Saya tidak ingin menggunakan terminologi dari bahasa Arab. Maafkan saya, saya tidak ingin mengutipnya. Saya 100% yakin bahwa di depan TV, ada keluarga-keluarga, pria-pria muda dan wanita-wanita muda, dan saya tidak suka mengucapkan istilah bahasa Arab tersebut. Tetapi bagaimanapun juga hal ini berbicara tentang pernikahan. Dia berkata, “Sepasang, tiga pasang atau empat pasang dalam satu waktu.” Dan mengenai semuanya itu adalah “Siapa saja, tangan kanan mu memegang kendali.” Itu berarti, wanita manapun yang engkau tangkap, tidak dibatasi. Dan terlebih lagi, ada pernikahan untuk tujuan kesenangan, yang biasa mereka lakukan ketika mereka berada dalam perjalanan, ziarah, atau dalam perang. Pria akan menikahi seorang wanita dan memberikan upahnya selama dia menghabiskan waktu bersama wanita itu. Dan ada tradisi-tradisi para nabi yang mengatakan, “Utusan Allah telah melakukan penikahan untuk senang-senang, dan kami melakukannya berdampingan dengan nya.” Itu juga berlaku pada masa Abu Bakr, dan pada permulaan masa pemerintahan Omar. Namun Omar-lah yang menghentikannya.

Muhammad: Apakah ada referensi dari buku-buku mengenai hal itu?

Pendeta Zakaria: Tradisi para nabi dalam Saheeh Al Bokhary. Dalam Saheeh Al Bokhary? Ya, dalam Saheeh Al Bokhary. Fakta yang perlu dipertimbangkan ulang atas dasar buku-buku referensi Islam, merupakan hal tentang … , Anda tahu kitab Amsal yang mengatakan bahwa orang memeluk agama-agama yang dianut raja-rajanya, atau agama-agama yang dianut nabi-nabinya. Ada sebuah referensi disini dari ‘Durus Qurania’ atau ‘Quranic Lessons’, jilid 2 halaman 832. Omar Ibn Afra menuliskan apa yang telah diungkapkan tentang nabi pada masanya, “Satu-satunya pekerjaan Mohammad adalah menikah.” Hal ini ditulis, karena jumlah istri nabi Muhammad, dan maksud saya hanya istri-istri yang telah bercampur tidur dengannya pada saat yang sama, yaitu sebanyak 9 wanita dalam satu saat, namun dia memperbolehkan dua, tiga atau empat pasang pada satu waktu bagi orang-orang. Tetapi perihal nabi sendiri, seperti yang dikatakan para komentator dan ahli tafsir, nabi mempunyai hak istimewa dengan kenabiannya, sehingga dia memiliki perbedaan atau pengecualian dengan menikahi 9 perempuan. Tambahan pula dari ke 9 wanita tersebut, ada juga selir seperti Mary the Copt, dan lain sebagainya. Tambahan lagi, ada perempuan-perempuan yang menawarkan diri mereka sendiri sebagai hadiah kepada nabi, seperti Maymoona. Tambahan lainnya juga adalah nabi menulis surat kontrak pernikahan dengan perempuan-perempuan dan dia tidak pernah bercampur tidur (bersetubuh) dengan mereka. Nabi juga bertunangan dengan perempuan-perempuan dan dia juga tidak pernah bercampur tidur dengan mereka. Jadi jumlah keseluruhannya, yang telah saya hitung sendiri dari buku-buku referensi yang telah saya pelajari, adalah 66 perempuan, yang dianggap sebagai istrinya, termasuk istri sepenuhnya, selirnya, dan mereka yang dia nikahi dengan surat kontrak, namun tidak pernah bercampur tidur, dan tunangan-tunangannya, dan juga termasuk mereka yang menyerahkan diri mereka sendiri kepadanya. Begitulah Omar Ibn Afra menuliskan apa yang telah diungkapkan tentang nabi pada saat itu, yaitu: “Satu-satunya pekerjaan Muhammad adalah menikah.” Dan ini mendorong Imam Al Bokhary menulis dalam Saheeh-nya beberapa kali tentang apa yang telah jadi buah mulut, yaitu: “Satu-satunya bisnis Muhammad adalah hanya …” dan kemudian dia menggunakan satu kata yang tidak ingin saya ucapkan, dimana kata itu berarti ‘menikah’. Hal ini ditulis oleh Al Siouty, jilid 3 halaman 377.

Dan ada tradisi para nabi yang terkenal yang didalamnya Muhammad mengatakan: “Tiga hal yang berharga bagiku, yaitu wanita, wewangian (parfum), dan makanan.” Dimanakah tradisi itu disebutkan? Dalam Saheeh Al Bokhary. Juga dalam Saheeh Al Bokhary, dan orang dapat mencarinya.

Pendeta Zakaria: Siapa saja dapat mencarinya. Anda bahkan dapat mencarinya di internet. Cari Hadeeth, atau tradition, dan kemudian ketik ‘women’ atau ‘marriage’, dan Anda akan mendapatkan satu daftar penuh dari semua buku-buku tradisi. Ada bermacam-macam cerita tentang pernikahannya. Dan bagi saya setiap cerita unik, benar-benar aneh. Anda tertarik untuk mengetahuinya? Anda tertarik untuk memberikan kesempatan pada pemirsa untuk mengetahui tentang cerita ini?

Muhammad: Ya, silahkan, Berikan beberapa contoh mengenai masalah ini.

Pendeta Zakaria: Cerita-cerita ini sangat umum dan sudah terkenal, bila Anda membaca buku-buku biografi atau tradisi-tradisi para nabi, bahwa dia telah menikahi …. Begini, pertama dia menikah dengan Khadija dan pernikahan mereka berlangsung selama 25 tahun, dan selama itu dia tidak pernah menikah lagi dengan orang lain. Dan itu merupakan hal yang agung. Tetapi setelah kematian Khadija, dia menikahi seorang gadis muda yang berusia 6 tahun.

Muhammad: Dia menikahi gadis itu, ketika gadis itu berusia 9 tahun.

Pendeta Zakaria: Ok. Saya setuju. Dia membuat kontrak pernikahan ketika gadis itu berusia 6 tahun dan bercampur tidur dengan gadis itu pada saat dia berusia 9 tahun. “Buatlah sertifikat pernikahan,” berarti dia menikahinya, tetapi jarak diantara usia 6 hingga 9 tahun, dia biasa melakukan, seperti yang diceritakan dalam buku biografi Muhammad …., dia biasa melakukan sesuatu dengan gadis itu, yang saya sendiri tidak sanggup mengucapkannya. Maaf, saya tidak mengatakannya. Anda dapat merujuk kembali kepada buku-buku tersebut dan menemukannya sendiri. Menyebutkan hal tersebut sungguh memalukan. Sangat sulit mengatakan kata tersebut dihadapan keluarga-keluarga dan orang-orang, namun mungkin lebih mudah menemukan cerita ini sendiri dari buku-buku tersebut. Bagi siapa saja yang ingin membacanya, buku-buku ini tersedia. Mungkin, tetapi Anda yakin kalau buku-buku ini ada? Buku-buku ini ada, saya yakin satu juta persen. Mereka akan menemukan buku-buku tersebut. Cerita ini bahkan ada dalam Saheeh Al Bokhary.

Anda tadi telah menggunakan kata “mungkin”. Saya mengatakan bahwa mereka bisa mendapatkannya, jika mereka menginginkannya. Mungkin beberapa orang tidak ingin membaca hal-hal seperti itu. Saya menggunakan kata “mungkin” atau “bisa”, ditujukan kepada orang dan bukan kepada bukunya. Namun sangat baik Anda telah menanyakannya. Ada buku dari Bent Al Shatea yang berjudul “Nesaa Al Naby” atau “The wives of the prophet”. Dia menyebutkan semua istri-istri nabi, semuanya ada 9 orang. Dan tentang Aisha, dia menyebukan sesuatu yang ada hubungannya dengan cerita ini. Dan saya menganggapnya benar-benar aneh. Dan Anda tahu, pada hari nabi melakukan persetubuhan dengan gadis kecil tersebut, Anda tahu dari mana ibunya membawanya? Karena beberapa orang mengatakan, “Anda menanggapinya salah, Anda sedang berbicara tentang gadis berusia 6 tahun menurut usia dan masa kami, masa kini. Tidak, Anda seharusnya tidak melupakan bahwa gadis itu tinggal di lingkungan Bedwin, dan dia adalah seorang gadis remaja yang dewasa. Jangan menilai menurut standart saat ini. Dewasa dan remaja pada usia 9 tahun? Begitulah yang diceritakan. Kepada orang-orang ini, saya mengatakan bahwa tradisi para nabi mengungkapkan bahwa pada hari gadis itu bersetubuh, ibunya telah mengangkatnya dari ayunan atau papan luncur, dan membawanya kepada nabi, mencucikan mukanya dengan air, dan menempatkannya ke pangkuan nabi. Bagaimana mungkin ibunya mengangkat dan membawanya, apakah gadis itu memang terlihat dewasa? Buku-buku biografi juga menyebukan bahwa nabi Muhammad … dan terutama Aisha Abd Al Rahman menyebutkan cerita ini secara rinci, karena Aisha berkonsentrasi pada hal aspek-aspek manusiawi dari kehidupan Muhammad, yaitu mengenai hubungannya dengan istri-istrinya. Dia mengatakan bahwa dia biasa membawakannya mainan dan di juga biasa mengumpulkan anak-anak gadis untuk bermain dengannya. Dan ketika orang-orang Etiopia biasa bermain perang-perangan dengan tombak, dia ingin mengintip permainan itu, nabi pun akan mengangkatnya ke atas bahunya, sehingga dia dapat melihatnya lebih jelas. Mungkinkah gadis itu cukup dewasa jika dia masih menginginkan untuk melihat permainan seperti itu? Maka, inilah bukti kita. Anda tahu, keseluruhan situasi adalah …. mereka juga mengatakan bahwa hal tersebut sama sekali wajar. Anda tahu, saya berbicara dengan orang-orang melalui chat rooms ‘Paltalk’ dan menanyakan mereka, dan banyak orang memberikan jawabannya. Mereka mengatakan bahwa hal ini sama sekali hal yang biasa/wajar, dan si anu menikahi seorang gadis berusia 7 tahun dan lain sebagainya. Hal yang biasa/wajar? Saya katakan, “OK, boleh, hal ini biasa/wajar. Tetapi adalah salah bagi orang-orang yang melakukannya.” Namun seorang utusan Allah seharusnya meletakan segala sesuatu dengan benar, dia tidak seharusnya menuruti kata hatinya, tidak juga menyebutkan semua yang telah dia lakukan. Hal inilah yang dikatakan buku-buku tersebut. Hal inilah yang kami baca dari buku-buku tersebut.

Muhammad: Apakah Anda punya contoh yang lain?

Pendeta Zakaria: Ada dan saya menganggapnya sebagai contoh yang menyolok, jujur saja. Hal ini diceritakan terutama dalam Surat 33 (Al Ahzab), tentang pernikahannya dengan Zainab Bent Gahsh. Zainab Bent Gahsh adalah istri dari anak angkatnya, Zaid Ibn Hareth. Buku-buku biografi nabi, juga biografi ibu orang percaya, dan Aisha Abd Al Rahman dalam bukunya menyatakan bahwa nabi pergi mengunjungi anak angkatnya, Zaid Ibn Haretha. Pintu rumahnya terbuat dari ramut unta, sehingga angin bisa meniup pintu rumahnya sehingga terbuka. Nabi Muhammad melihat istri anak angkatnya yang hampr tanpa busana dan nabi tertarik padanya. Ketika dia keluar menemuinya, dia mendengar nabi berkomat-kamit dan berkata, “Terpujilah Dia yang mengubah perasaan/hati.” Dan ketika Zaid kembali, istrinya memberitahukannya bahwa nabi ada disana. Zaid bertanya pada istrinya, mengapa nabi tidak masuk. Dia menjawab suaminya, “Telah terjadi seperti ini dan itu.” Dan Zaid pun berkata, “Terpujilah Dia yang mengubah perasaan/hati.” Lalu Zaid bertanya kepada nabi, “Apakah engkau menginginkannya, Oh, utusan Allah?” Mohammad menjawab, “Tahanlah terus istrimu.” Dan ayat ini telah membatalkan masalah adopsi anak di Islam. Kalau tidak, nabi akan menikahi istri dari anak angkatnya. Oleh karena itu hal adopsi anak dihapuskan, dan sekarang setiap orang harus membawa nama dari ayah kandungnya. Ayat lain pun dinyatakan, sehingga Mohammad boleh mengawininya. Hal ini ada di Surat 33 (Al Ahzab), nabi bertanya,. “Mengapa kamu menyembunyikan dalam hatimu apa yang telah Allah singkapkan?” Anda tahu apa mereka katakan di chat rooms Paltalk? Mereka mengakatakan bahwa Allah yang memberikan gairah ini dalam hatinya. Kalau begitu, Tuhanlah yang memberikan gairah dalam hati pria-pria? Malah sebaliknya, Tuhan berkata: “Siapa saja yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Haruskah kita menyalahkan Tuhan atas masalah ini? Apakah benar Tuhan yang mengatakan kepada nya untuk bergairah kepada perempuan itu? Dan tergila-gila kepadanya? Kemudian ayat itu dinyatakan, dan wanita itu bercerai dari suaminya, dan nabi menikahinya. Dan keseluruhan situasi …. Hal inilah yang dikatakan buku-buku tersebut. Namun saya meletakkan sebuah tanda tanya disini. Dan saya sungguh-sungguh berharap bahwa ada cendekiawan Islam akan menjelaskan hal ini kepada kita dengan jawaban yang logis, dan menghilangkan rasa tegang, dengan mengatakan, “Bukan begitu, hal ini terjadi karena ini, hal ini telah terjadi karena itu.” , dan sebagainya. Tetapi kami ingin mereka menjawab secara logis. Saya akan senang. Seperti cerita-cerita tentang pernikahannya dengan perempuan-perempuan lainnya, adalah benar-benar aneh.

Muhammad: Apakah Anda memiliki cerita yang positif tentang nabi?

Pendeta Zakaria: Yang positif. Maksud Anda, apakah dia baik dalam perkawinannya? Ya. Oh, ya , tentu. Pernikahannya dengan Aisha. Aisha menceritakan rahasia-rahasia yang paling dalam dan hal yang paling intim dari hubungannya dengan nabi Muhammad. Contohnya, bagamana dia biasa bermain dengan Aisha, memanjakannya, dan (and she him = ?). Bagaimana mereka mandi dalam satu kolam, dan saling memercikkan air. Saya tidak mengangga; hal ini lucu. Namun inilah yang ditulis tentang sifat manusiawi nabi dalam hubungannya dengan istri-istrinya. Bahkan hubungannya yang dalam dengan Aisha, membuat istri-istri lainnya cemburu kepada Aisha, dan nabi menghentikan mereka dan berkata, “Dia ini adalah anak perempuannya Abu Bakr.” Tetapi hal ini bukan yang menjadi tujuan saya. Tujuan saya adalah untuk mengkomentari cerita lain yang memberikan begitu banyak tanda tanya, pertanyaan yang besar sebesar studio ini. Sebagai contoh, kapan saja dia melihat wanita cantik, dia harus menjadi milik nabi. Ceritanya seperti ini. Nabi memiliki seorang teman bernama Dahia Al Kalby, dan mereka sedang dalam perjalanan pulang dari penyerangan terhadap Banu Al Mustalak. Selama penyerangan, mereka menangkap para wanitanya dan membagi-bagikan mereka. Lalu seorang perempuan bernama Safya Bent Hoyay telah menjadi bagian Dahia Al Kalby. Setelah dia mengambil perempuan itu dan pergi, beberapa orang datang kepada nabi dan bertanya kepadanya: “Mengapa engkau membiarkan perempuan itu menjadi bagian Dahia. Dia cocoknya dengan mu, dia sangat cantik.” Dan saya benar-benar terkejut, sebagai pembaca, saya benar-benar terkejut. Bukannya nabi berkata, “Kalian memalukan, wanita itu sudah menjadi bagian Dahia.”, malahan nabi pergi dan mengambil perempuan itu dari Dahia dan bersetubuh dengan nya pada hari suaminya terbunuh. Mereka adalah orang-orang Yahudi, juga ayah nya, pamannya dan saudara laki-lakinya. Ya, Tuhan. Sebelum masa jandanya selesai, yaitu masa iddat-nya. Pada hari yang sama. Ini memberikan tanda tanya yang besar. Ada sebuah misteri yang tidak dapat saya mengerti, yang menjelaskan situasi tersebut, dan itulah mengapa saya berharap ada seorang sheik yang mulia akan berbicara dan menjelaskan dan menunjukkan segala sesuatu, dan mempublikasikan buku-buku, atau menunjukkan kepada kami melalui TV dengan mengatakan, “Tidak, tidak. Anda salah dan inilah penjelasan yang sebenarnya.” Kami akan senang mendengarkan pendapat mereka. Dan hal yang sama terjadi lagi dengan seorang perempuan bernama Gouria Bent Al Hareth. Dia telah jatuh kepada Thabet Ibn Kais sebagai bagiannya. Dalam kasus nya, dia sebenarnya tidak menyukai Thabet. Dia mencoba untuk pergi diam-diam dan pergi ke rumah nabi. Aisha melihatnya dan terkejut. Ini adalah apa yang yang dikatakan di dalam buku biografi. Anda dapat menemukannya dalam buku Aisha Ab Al Rahman. Aisha terkejut dan merasa cemburu karena kecantikannya, dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku yakin, perempuan itu akan mengesankan nabi dengan cara yang sama dia telah mengesankan aku,” Mata nabi akan disilaukan oleh kecantikannya, dan inilah yang sebenarnya terjadi. Kemudian, nabi mendengar suara-suara. Aisha ragu, “Apakah aku harus membawanya kepada nabi atau tidak?” Setelah nabi mendengar suara, dia keluar dan bertanya kepada Aisha, “Ada apa?” Perempuan itu menjawab, “Aku telah jatuh kepada Thabet Ibn Kais sebagai bagiannya. Aku ingin membayarnya untuk menebus diriku sendiri, namun aku seorang tahanan dan tidak punya apa-apa untuk membayarnya.” Lalu nabi berkata, “Jangan khawatir, aku akan menebusmu dan akan memiliki mu.” Nabipun menebus dan mengambilnya. Sebuah cerita yang aneh. Hal ini membuat pembaca …. Anda tahu, buku-bukunya tersedia, namun tak seorangpun membacanya. Buku-buku itu ada, dan buku-buku tersebut harus diangkat ke permukaan, karena pikiran harus melihat apa yang dipercayainya, apa yang didengar, dan apa yang hidup. Sebuah kisah yang ketiga adalah tentang seseorang, yang juga seorang dari teman-teman nabi. Mereka sedang berada dalam penyerangan ke Fazara. Lalu temannya ini menangkap seorang gadis Fazarite. Namanya tidak disebutkan. Nabi bertemu dengan temannya di pasar dan mendengar cerita tentang gadis tersebut. Nabi kemudian bertemu kembali dengan temannya dan bertanya, “Bagaimana keadaan gadis Fazarite itu?” Temannya menjawab, “Percayalah kepada ku, utusan Allah, dia seorang gadis yang cantik, tetapi aku tidak dapat membuka cadarnya.” Nabi berkata, “Kirimkan dia kepada ku.” Temannya itu tidak mengerti. Pada keesokan harinya hal yang sama terjadi. Mohammad berkata, “Kirimkan dia kepada ku.” Temannya itu masih juga belum mengerti. Pada hari yang ketiga, dia baru mengerti dan mengirimkannya ke nabi. Hal ini memberikan banyak tanda tanya tentang kepemimpinan seperti itu. Apakah hal itu dapat diaplikasikan? Haruskah kita mencontohnya? Itulah pertanyaan saya. Sesuatu yang sangat aneh. Dan bahkan lebih buruk, benar-benar lebih buruk. Sangat aneh. Dalam Surat 33 (Al Ahzab, ada satu ayat yang mengatakan, “Dan wanita percaya manapun yang menyerahkan dirinya sendiri kepada nabi.”

Muhammad: Siapa yang menyerahkan dirinya sendiri kepada nabi?

Pendeta Zakaria: Benar, yang menyerahkan dirinya sendiri kepada utusan. Dan apa keberatan Anda terhadap hal itu? “Asal saja nabi menginginkan,” dan disini ada perkataan yang saya tidak suka menyebutnya: “Hal ini istimewa bagi engkau dan tidak bagi orang percaya lainnya, sehingga itu tidak akan menentang engkau.” Wanita percaya manapun yang menyerahkan dirinya sendiri kepada nabi? Bahkan jika perempuan itu sudah menikah? Tidak, jika dia telah menikah, tentu saja tidak. Lalu dimana? Dimana pengecualiannya disini? Tidak mungkin. Semua ini merupakan tanda tanya besar. Seperti contoh, salah satu dari mereka yaitu Maymoona. Nabi ada di Mekah saat itu. Pada hari terakhir dari Ehram, dia sedang mengendarai unta dan bertemu dengan nabi. Dia menyerahkan dirinya kepada nabi dan berkata, “Engkau boleh memiliki unta dan apa yang dibawanya, O utusan Allah.” Lalu nabi mengambilnya, dan bersetubuh dengan nya. Mengenai kejadian ini, Aisha mengatakan sesuatudan diulang kembali, ketika dia menikahi Zainab Bent Gahsh, saat ayat yang mensahkan pernikahan dengan nya dinyatakan. Dia berkata kepada nabi, ketika ayat ini diungkapkan dan ayat lain yang mensahkan perkawinannya dengan Zainab. Dengar apa yang dikatakannya: “Aku hanya melihat Allahmu dengan cepat memenuhi gairahmu.” Hal mengenai gairah harus dibuatkan ayat. Benar-benar berkuasa. “Aku hanya melihat Allahmu dengan cepat memenuhi gairahmu.” Situasi ini membuat orang berpikir. Mengapa? Bagaimana mungkin ini terjadi? Dan Anda tahu, saya membaca sesuatu yang sangat aneh dalam buku yang berjudul “Al Tabakat” yang ditulis oleh Ibn Saad. Sesuatu yang aneh. “Nabi Muhammad, meninggal hanya setelah semua wanita disahkan bagi nya.” Astaga. Dalam “Al Tabakat” Oleh Ibn Saad, jilid 8. Buku ini tersedia? Ya. Ada 9 jilid dan Anda menemukan hal ini di buku jilid 8. Bisakah Anda mengulanginya? Buku “Al Tabakat Al Kubra”, oleh Ibn Saat, jilid 8. Buku ini tersedia. Kita dapat melihatnya dan membacanya. Setiap orang dapat membacanya? Ya, kecuali jika dia ….. Anda tahu, saya pernah bicara dengan seorang teman tentang hal ini. Dan dia mengatakan, “Selama buku-buku ini ada di took buku, seharusnya pada buku-buku tersebut diletakan sebuah papan yang bertuliskan, “Tidak untuk dijual kepada siapa saja yang ingin mengerti apa isi buku-buku ini. Tetapi bagi siapa saja yang tidak ingin mengerti, mereka dapat membelinya dan membawanya, menjadikannya souvenir dalam rumah mereka. Tetapi buku-buku ini tidak untuk dijual bagi mereka yang ingin mengerti.” Tentu saja hal ini merupakan saat situasi yang sangat kritis. Buku-buku ada disana. Semuanya ditulis didalamnya. Namun saya tahu bahwa mayoritas orang tidak membacanya. Dan jika mereka membacanya, mereka tidak mengerti. Dan jika mereka mengerti, mereka mengabaikannya.

Muhammad: Kami mendengar banyak tentang hal sehubungan dengan sikap Islam, namun dalam 3 menit kedepan, mohon katakan kepada kami apa yang dikatakan Yesus dalam hal ini.

Pendeta Zakaria: Tuhan Yesus berkata: “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Mengapa demikian? Karena pikiran dari dalam kotor. Dosa tidak hanya dari perbuatan, tetapi juga dalam pikiran, keinginan dari dalam. Jadi, orang harus kudus dari dalam, dan dari sinilah hubungan dengan Allah terjalin. Orang harus berdoa, “Tuhan, bersihkan aku dengan roh Mu, ubah aku, dan puaskan aku dengan Mu.” Karena “Jiwa yang dipuaskan benci akan sarang lebah, namun bagi jiwa yang lapar, semua yang pahit terasa manis.” Karena jiwa tidak dipuaskan dengan Allah. Kekristenan mengundang orang untuk melambung jauh diatas sifat alaminya, dan menerima dan mempunyai Roh Allah di dalam dirinya, yang membersihkan hati dan hidupnya, dan mengangkatnya dari kejahatan dan nafsu birahi. Dan ketika pernikahan menjadi suci dan kudus dan tempat tidur pun menjadi tidak tercemar. “Baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri, sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.” Dan orang ingin hidup dalam damai, aman dan penuh suka cita bersama satu istri. Itu adalah Kristus yang mengangkat dan memulikan sifat manusia. Semua yang dibutuhkan adalah meminta Yesus untuk memuaskan hatimu dan mengubah hidupmu, dan pada saat itu anda akan menerima satu kehidupan yang kudus dalam Yesus Kristus.

Muhammad: Amen. Sekali lagi waktu kita telah habis dan sudah cukup untuk saat ini. Sampai jumpa kembali pada episode yang lain, terima kasih.

Pemirsa yang terkasih, kita telah mendengar banyak tentang posisi Islam mengenai wanita. Secara pribadi, saya tidak mengetahui tentang semua ini sebelumnya. Semuanya benar-benar baru bagi saya. Dan pikiran saya menolak semua ini. Saya tidak dapat menerimanya karena semua ini tidak baik. Saya akan mengatakan apa yang diakatakan rasul Paulus: “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Kami akan menerima semua pertanyaan Anda. Jika ada yang ingin ditanyakan, kami akan menerimanya.

Jika Anda ingin menerima satu salinan Alkitab, kami akan senang mengirimkannya. Sekarang Anda akan melihat pada layar TV, website, alamat untuk menghubungi pendeta Zakaria Botros, atau untuk menghubungi kami. Terima kasih. Sampai bertemu kembali di episode mendatang, bila Tuhan menghendaki. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment