Thursday, March 17, 2011

DAMAI KRISTUS dan TERORISME MUHAMMAD (Ep 37)

CHRIST’S PEACE AND MUHAMMAD’S TERRORISM

Mohamed: Pemirsa yang saya kasihi, selamat datang pada acara kami “Questions About Faith” (Pertanyaan-pertanyaan Tentang Iman), bersama tamu terhormat kami di studio, Pendeta Zakaria Boutros. Selamat datang.

Pada episode sebelumnya kami telah berbicara tentang nabi, siapakah yang disebut utusan, misi apa yang dibawanya, dan bagaimana hubungannya dengan Allah. Kami juga telah berbicara tentang kualitas dari utusan Allah. Quran juga mengatakan tentang utusan Allah yang telah datang sebagai “pembawa kasih bagi manusia”. Quran juga mengatakan tentang nabi Muhammad: “Kamu telah dibentuk dengan karakter yang hebat”, selain itu dikatakan juga: “Sebagai utusan Allah, kamu dapat menjadi contoh yang baik.” Kami telah menerima pertanyaan-pertanyaan tentang karakter dari utusan Allah. Lalu bisakah kita melanjutkan diskusi kita mengenai seberapa banyak karakter nabi Muhammad memenuhi persyaratan sebagai utusan Allah?



Pendeta Zakaria: OK. Kita lanjutkan. Tetapi sebelumnya, saya ingin menekankan kembali bahwa harus diingat perkataan dari Sheikh Abd Al Mo’ez Abd Al Sattar yang menuntut semua kitab suci harus di periksa, dan perkataan Dr Aisha Abd Al Rahman, yaitu bahwa kita harus mengangkat segala sesuatu, berbicara jujur dan terbuka tentang kehidupan pribadi nabi. Saya mengulangi hal ini, karena mungkin ada pemirsa yang baru mendengar dan menyaksikan acara ini. Saya akan mengulangi maksud kami, sehingga tidak seorangpun berpikir bahwa kami sedang menyerang suatu agama atau nabi dari suatu agama. Kami terlebih ingin mengungkapkan penyelidikan kami dalam bentuk suatu dialog dan kami berharap bahwa beberapa cendekiawan Islam akan muncul dengan bukti-bukti nantinya dan mengatakan, “Anda telah berkata seperti ini dan itu, tetapi agama kami mengatakan seperti ini dan itu, dan kami memiliki tradisi yang mengatakan ini dan itu”. Oleh karena itu apa yang sedang kami lakukan adalah suatu keharusan. Dan karenanya kita harus melanjutkan diskusi kita mengenai hal ini. Persis seperti apa yang telah Anda jelaskan kepada kami tentang nabi Muhammad, bahwa ia adalah seorang contoh yang baik dan telah diberikan karakter yang hebat, maka kami ingin mengajukan pertanyaan. Kami benar-benar ingin bertanya, tidak lebih dan kurang. Karena selama kami memiliki pikiran untuk berpikir, kami harus menggunakannya. Dan inilah pertanyaan saya: Seberapa jauh karakter yang hebat dan sebutan sebagai contoh yang baik ini telah diaplikasikan kedalam tingkah laku yang bagi saya sendiri hal ini telah menjadi tanda tanya besar? Tentang karakter yang hebat dan contoh yang baik tersebut. Anda mengerti maksud saya? Sebagai contoh adalah cara ia memperlakukan orang yang tidak sependapat dengannya. Apa yang ingin saya katakan adalah, jika seseorang benar-benar diberikan satu karakter yang hebat dan dapat menjadi sebagai contoh yang baik, ia seharusnya memeriksa pendapat orang lain yang berbeda tersebut dan menjawabnya secara logis. Dan jika orang itu masih juga belum sependapat, maka menurut yang ia katakan selama masa Mekah, ia akan mengatakannya kepada orang itu: “Kamu mempunyai agamamu sendiri, dan aku punya agamaku sendiri.” “Aku hanyalah seorang pembawa kabar baik dan seorang yang mengingatkan.” “Saya hanya menyampaikan sebuah berita.” Tetapi jujur, sikapnya membuat saya terkejut. Dan saya ingin orang untuk menjawab saya mengenai hal ini. Silahkan.

Mohamed: Anda bermaksud, bahwa nabi Muhammad tidak hidup dalam damai dengan yang lain.

Pendeta Zakaria: Saya mengungkapkan ini sebagai bentuk keraguan saya. Ini adalah kenyataan yang saya baca, dan saya hanya ingin bertanya tentang hal itu. Dan bila siapa saja memiliki jawabannya, saya mohon untuk menuliskannya dan mengirimkannya kepada kami kepada alamat yang akan tampil pada layar TV. Lalu apa keraguan/pertanyaan saya? Ada seorang wanita tua, bijaksana dan dihormati pada masanya. Ia bernama Om Qerfa. Wanita ini berusia 120 tahun. Wanita ini, diantara orang Arab, dikenal sebagai orang yang bijaksana. Wanita ini memiliki pendapat yang berbeda dengan utusan Allah. Lalu apa yang utusan itu lakukan? Dia mengirimkan kepadanya satu pasukan, yang dipimpin oleh Zaid Ibn Haretha. Dan saya tidak dapat percaya. Mereka memegang wanita tua itu, membolak-balikkannya, mengangkat kakinya keatas, sehingga kepalanya berada dibawah. Mereka mengambil 2 ekor unta yang ditempatkan saling berhadapan. Mereka mengikatkan satu kaki wanita itu ke leher unta yang satu, dan satu kaki lainnya ke leher unta yang lain. Mereka mencambuk kedua unta itu sehingga bergerak kearah yang berlawanan. Dan wanita itupun terbelah menjadi dua.

Mohamed: Suatu pemandangan yang mengerikan!

Pendeta Zakaria: Pertanyaan saya disini adalah mengapa? Maksud saya, “seseorang yang membawa kasih untuk manusia”. Dapatkan seseorang menjelaskan kepada saya, kasih yang seperti apa yang dia miliki dalam hal ini? Ini hanyalah sebuah keraguan. Dan jika setiap orang mempunyai sebuah jawaban, silahkan katakan kepada kami. Begitulah ia memperlakukan laki-laki dan wanita yang lain. Dapat Anda bayangkan?

Mohamed: Anda punya referensinya? Apakah hal ini pernah disebut dalam sebuah buku tertentu atau yang lainnya?

Pendeta Zakaria: Ya, tentu. Hal ini ada disebut di biografi nabi, di bagian sejarah dalam biografi nabi, juga ada di internet, di buku “Maghazy” oleh Al Wakedy, dan lain sebagainya. Anda tahu berapa banyak lawan yang kepada mereka dia balas dendam? Dia membalas dendam kepada 13 lawan dengan membunuh mereka, dengan pedang. Salah satu dari mereka telah menikah. Nabi mengirimkan satu pasukan untuk berpura-pura memberi selamat kepada orang itu, hingga mereka menusukkan pedang ke perutnya.

Mohamed: Apakah anda mempunyai nama atau seseorang ? Nama yang spesifik dari orang itu ?

Pendeta Zakaria: Oh ya, tentu saja. Sebagai contoh, saya mendapatkan beberapa orang yang bernama Ka’ab Ibn Al Ashraf, Aba Afak orang Yahudik, Ibn Al Akhtal, Anas Ibn Zainam orang Kristen, Abo Sofian Ibn Al Hareth, Al Hoaireth Ibn Tafeed, okba Ibn Aby Maiet, Ka’ab Ibn Zohair, Ibn Aby Al Haqeeq. Mereka datang kepada orang itu, mengetuk pintu rumah pada malam hari. Istri orang itu keluar dan berkata, “Ada apa?” Mereka menutup mulutnya, mengancamnya dengan pedang dan berkata, “Jika kamu mengucapkan sepatah kata, kami akan memenggal kepalamu.” Kemudian mereka menuju ke orang itu, yang sedang tertidur di tempat tidurnya, lalu mereka mengambil pedang, dan orang itu meletakkan pedang itu ke perutnya dan menusukkan pedang tersebut ke perutnya sendiri hingga ia mendengar sendiri bunyi gemeretak tulangnya oleh pedang, dan pedang itu pun menembus tubuhnya hingga ke punggung. Kejadian-kejadian aneh seperti itu membentuk tanda Tanya besar di kepala saya. Al Aswad Al Absy, Abd Allah Ibn Sa’ad, Al Hareth ibn Al Samet, Abd Allah Ibn Aby Al Sarh, tentang penangkapan yang dilakukan oleh Othman Ibn Affan.

Apa yang dilakukan Abd Allah Ibn Aby Al Sarh? Dia adalah seorang ahli menulis. Dia berasal dari rumpun Quraitha dan percaya Islam dan menjadi seorang ahli menulis bagi nabi. Dia menulis segala sesuatu, tetapi ketika ayat tentang penciptaan turun, orang ini sangat senang,yang saya maksud adalah Abd Allah Ibn Aby Al Sarh. Lalu ia berkata kepada nabi, “Terpujilah Allah, sang pencipta yang paling baik.”, kemudian nabi Muhammad berkata, “dan demikian, hal itu telah dinyatakan.” Ia pun menulisnya. Lalu ia berpikir pada dirinya sendiri, “Jikalau aku menulis ayat tepat seperti yang dinyatakan, aku haruslah seorang nabi. Jikalau aku mengatakan perkataan seperti yang diwahyukan, maka aku adalah seorang nabi. Tetapi jika hal itu tidak dinyatakan seperti yang telah dikatakan utusan, maka aku haruslah mengikuti …apa?” Ahli menulis itu terdiam. Ia pergi dan kembali ke Quraish, maksud saya ke Mekah, hingga penaklukan terjadi, maksud saya penaklukan Mekah, nabi berkata, “Pergilah ke si anu, si anu dan si anu dan bawalah mereka. Walaupun jika mereka sedang berpegang pada perlindungan tirai Ka’aba, tetaplah bunuh mereka.” Nabi memerintahkan untuk membunuh mereka. Lalu Othman memohon ampun atas orang ini (ahli menulis itu), dan berkata, “Tidak apa, biarkan orang itu pergi.” Maka ia membiarkan orang itu pergi, dan orang itu kemudian memeluk agama Islam kembali. Tetapi nabi ingin membunuhnya. Mengapa lawan harus dimusnahkan? Mengapa kamu tidak memberi mereka satu kesempatan? Kamu adalah orang atas nama kasih itu, bukan? Bukankah kamu dikirim atas nama kasih kepada manusia? Ini semua adalah pertanyaan. Saya tidak sedang melakukan protes. Saya hanya bertanya. Apakah kamu tahu berapa banyak wanita yang juga ia bunuh? Om Qerfa, wanita yang terbelah menjadi dua, dan Asmaa Bent Marwan. Nabi mengirim Omair Ibn Abdy kepada wanita itu dan membunuhnya. Ketika orang itu kembali dan berkata, “Aku telah membunuhnya”, Anda tahu apa yang dikatakan nabi kepadanya? “Oh, Omair, kamu memberikan kemenangan kepada Allah dan utusanNya.” Memberinya kemenangan dengan membunuh? Tanda Tanya lainnya disini. Saya tidak sedang protes, saya hanya bertanya. Putri Sarah yang adalah seorang budak dari Amr ibn Hashem, Hend Bent Aba Ibn Rabia, dan 2 anak perempuan dari Ibn Al Akhta. Cerita ini ditulis di “Saheeh of Muslim” dan di “Al Sira Al Nahawia” dan di buku “Al Maghazy” oleh Al Waqedy. Anda dapat menemukan cerita ini di internet. Dan terlebih lagi, ada sesuatu yang benar-benar tidak dapat saya banyangkan, Jujur saja. Semua ini adalah peristiwa pembunuhan. Setelah dia membunuh anak-anak dan para pria dari rumpun Quraitha, di mengambil para wanita dan keturunannya, dan hal ini membuat saya terkejut setelah membacara cerita ini dari buku “Al Mahazy”. Dia menangkap mereka. Dia menangkap mereka, dan tidak hanya itu, dia mengusir mereka dengan menjual mereka ke Syria, dan hasil penjualannya digunakan untuk membeli senjata dan kuda. Cerita ini diperoleh dari referensi Islam. Referensi apa itu? “Al Maghazy” oleh Al Waqedy. Anda dapat menemukannya di internet. Ketik ‘Sira Al Nabawia’, dan tekan enter. Nama websitenya? Al Sira Al Nabawia. Itu nama websitenya? Bukan, websitenya adalah Islam. Islam? Kemudian cari Al Sira Al Nabawia. Sira Al Nabawia ada di internet? Benar, di internet.

Lalu bagaimana? Bagaimana mungkin? Ini merupakan situasi yang sangat sulit. Dimana kasih disini? Saya hanya sedang bertanya. Dimana kasih yang disebut? Saya tidak sedang menyerang nabi dari agama Islam, tetapi saya hanya menyelidiki, dimana kasih pada saat melakukan pembunuhan terhadap lawan? Mengapa? Tentu kejadian-kejadian seperti ini tidak pernah didiskusikan, tak seorangpun dapat membicarakannya. Cerita ini benar-benar ditiadakan. Tetapi kita berada di abad 21 saat ini dan sesuai dengan apa yang dikatakan Aisha Abd Al Rahman, “penyembunyian berita tentang kehidupan pribadi nabi bertentangan dengan integritas penelitian.” Bertentangan dengan integritas penelitian? “Juga tidak mengikuti bimbingan kitab suci Quran yang memastikan untuk menceritakan segala sesuatu sebagai bukti sifat manusiawi Nabi. Oleh karena itu tidak diijinkan lagi bagi seorang mahasiswa Muslim untuk mengabaikan hal ini. Tidak satupun aspek dari kehidupan pribadi nabi Allah yang saya pelajari yang membuat saya malu untuk mengangkatnya kepada cahaya penelitian.” Ia berkata bahwa “tidak satupun aspek dari apa yang saya pelajari dari kehidupan nabi”, maka kelihatannya dia belum yakin akan hasil studinya dan kemudian meninggalkan bagian ini. Tetapi kami butuh jawaban. Ya, seseorang bisa mempunyai musuh atau lawan. Anda tahu, orang lain bisa melakukan pembunuhan, tetapi disini kita sedang berbicara tentang seseorang yang dianggap sebagai contoh yang baik, seorang nabi. Sulit untuk dipahami.

Mohamed: Ini adalah pertanyaan saya, saya ingin tahu apa yang dikatakan Alkitab tentang memperlakukan musuh.

Pendeta Zakaria:.Ini merupakan perbandingan yang sangat baik. Kristus berkata dalam kotbahnya yang terkenal di atas bukit, di dalam Injil Matius 5, 6 dan 7. Dia berkata, “Kasihilah musuhmu, berkatilah orang yang mengutukmu, lakukan hal yang baik kepada musuhmu, dan doakanlah orang yang dengan penuh kebencian memanfaatkanmu dan menganiayamu.” Inilah yang dikatakan oleh Kristus. Sangat indah. Anda tahu, dua dari Rasul Kristus pergi ke sebuah kota, mereka dipukuli hingga hampir mati, dan ditinggalkan, tetapi setelah mereka sembuh, mereka kembali pulang. “terpujilah bahwa mereka layak untuk menderita malu oleh karena namaNya.” Seorang lelaki yang hidup untuk sebuah misi, menderita demi misi tersebut, dan bekerja keras untuk itu. Itulah sebabnya mengapa saya tidak mengerti perilaku Rasul Islam dalam hal ini. Saya tidak ingin menyalahkan, tetapi saya juga tidak mengerti. Dan saya percaya bahwa ada banyak orang seperti saya yang tidak mengerti. Dan jika seseorang bertanya, mereka berkata: “Jangan bertanya, jangan berdiskusi, O Aly.” “Jangan bertanya tentang hal, jika mereka mengungkapkannya kepada kamu, hal itu akan melukai kamu.”

Mohamed: Dari apa yang Anda katakan bahwa jika seseorang melakukan tindakan permusuhan kepada saya, apakah saya hanya mengatakan kepadanya, Tuhan memberkatimu? Hal ini sangat sulit dilakukan.

Pendeta Zakaria: Sulit, Iya. Sulit untuk ukuran manusia, tetapi tidak bagi seseorang yang hidup dalam Tuhan, dan inilah perbedaan yang saya maksud, bahwa Kekristenan memberikan kekuatan dari dalam kepada seseorang. Ketika dia meminta kepada Tuhan, Tuhan memberikannya kekuatan Roh Kudus. Tuhan memampukan dia untuk berlaku sebaiknya. “Aku dapat melakukan segala hal didalam Kristus yang memberikan kekuatan kepadaku.” “Dengan kekuatan Roh yang ada dalam Yesus Kristus telah membebaskanku dari kekuatan dosa dan maut.” Itulah kekuatan yang diterimanya. Tetapi seorang manusia biasa tidak dapat. Tidak bisa. Bagaimana dia akan hidup…Bagaimana dia dapat melakukannya?

Dan itulah alasannya. Saya berkata bahwa sesuatu telah hilang dan orang harus mencarinya, dan itulah kekuatan Allah dalam hidup manusia. Kemuliaan Tuhan dalam hidup manusia. Ini merupakan hal penting bagi manusia untuk tidak melakukan hal-hal tersebut. Yaitu hal-hal yang sangat sulit, pembunuhan, dan pertumpahan darah. Hal ini sangat mengerikan. Oleh karena itu saya bertanya kepada pemirsa, saudara yang menyaksikan kami, untuk memikirkan kembali hal ini, dan bertanya. Dia seharusnya membaca buku, dia tidak seharusnya terus berjalan tanpa mengetahui. Dia harus membaca buku, mengenal berbagai hal, mempelajari melalui referensi, dan jika dia tidak dapat memahaminya dia seharusnya bertanya kepada mullah, syekh atau guru untuk mendapatkan kebenaran. Dia harus mengatakan, “Saya telah membaca ini dan itu, apakah maksudnya?” Karena disini kita harus menghargai pemikiran seseorang, benar bukan? Hal ini dilakukan agar dapat membuat keputusan mengenai hidupnya, mengenai arah manakah yang akan dipilih, jalan yang mana, daerah mana? Tetapi masalah yang saya jumpai, adalah masalah penting yang disembunyikan, mengenai pemikiran kaum Muslim secara umum yaitu tentang penyerbuan orang-orang Kristen Zionisme. “Orang-orang ini ingin merubuhkan Islam dan akan datang untuk memiliki Negara-negara Islam, lalu seluruh dunia akan dijadikan negara Kristen dan Yahudi.” Namun secara pribadi saya sama sekali tidak mempunyai tujuan-tujuan politis, saya tidak mengetahui tentang politik dan saya juga tidak bekerja pada kantor-kantor politik. Saya hanya menyampaikan kepada orang-orang yang memiliki kecerdasan. Berpikirlah, orang-orang yang saya kasihi. Dan periksalah jalan yang Anda ambil; bagaimana jalan itu? Ini adalah hak Anda untuk berpikir. Namun sayang, apa yang saya hadapi adalah mayoritas orang mencoba untuk tetap pada posisi status quo. Jika seseorang lahir dalam sebuah keluarga Kristen, maka ia akan hidup sebagai seorang Kristen, jika lahir dalam keluarga Yahudi, ia akan menjadi orang Yahudi, dan jika lahir dalam keluarga Muslim, ia hidup sebagai orang Muslim. Namun sampai kapan? Bukankah kita semua seharusnya berpikir dan membuat keputusan sendiri? Oleh karena itu saya berkata, “ Quran mengatakan bahwa dia adalah nabi atas nama kasih. Quran mengatakan lagi bahwa dia adalah seorang contoh kepemimpinan yang baik, seorang teladan. Quran mengatakan bahwa dia telah diberikan karakter yang hebat, tetapi tingkah laku yang kita lihat, pantas dipertimbangkan, hanya sebagai usaha untuk mengerti, untuk melihat segala sesuatunya dengan jernih dan berpegang pada doktrin yang benar. Sebagai contoh, pada masa nabi Musa, hukum mengatakan, “mata dibalas mata dan gigi dibalas gigi”. Karena masa itu adalah masa sebelum masa kemurahan datang. Hukum bagi manusia biasa yang memiliki nafsu duniawi, tanpa kekuatan dari Tuhan. Kemudian ketika masa kemurahan datang, manusia diberi kekuatan dan dimungkinkan untuk hidup di dalam alam roh yang superior dan diangkat. OK, kemudian apakah saat ini kita kembali pada jaman hukum-hukum, yang hidup dengan cara mata dibalas dengan mata dan gigi dibalas dengan gigi, membunuh, balas dendam, dan segala sesuatu seperti itu? Anda mungkin butuh istirahat disini. Setelah seseorang menerima PhD nya, akankah ia kembali lagi untuk belajar ke sekolah dasar … mengalami kemunduran. Orang mengharapkan kemajuan, perkembangan, masuk ke dalam sebuah kehidupan akan kemurahan, dan lain sebagainya. Jadi, kenyataannya ada 13 pria disini dan 6 wanita yang dibunuh, yang totalnya 19 orang, ditambah dengan para tahanan wanita dari keturunan Quraitha, yang dibawa dan dijual ke Syria, dengan maksud uang hasil penjualan untuk membeli senjata dan kuda. Berhenti sampai disini dulu. Apakah pasar budak masih ada? Hal ini juga mengingatkan saya akan satu cerita dari biografi nabi Muhammad, berdasarkan tradisi para nabi. Nabi Muhammad pergi ke satu pasar dan melihat seseorang bernama Zaher. Dia telah mengenal pria ini sebelumnya. Dia muncul dibelakang Zaher dan memegangnya seperti ini dan kemudian mengikatnya. Lalu Zaher mencari tahu, “Siapa ini? Siapa ini?” Dia menjawab, “Aku adalah orang yang sering membeli budak.” Siapa yang mengatakan itu? Nabi. “Aku adalah nabi yang membeli budak-budak”, dan dia juga yang menjual mereka. Tetapi Islam seharusnya muncul untuk tujuan –seperti yang diceritakan kepada kami- membebaskan orang dari tahanan, menjamin kebebasan manusia. Tetapi semua ini menjadi pertanyaan, Anda tahu, segala sesuatu harus mencapai satu tingkat pengertian yang tepat. Roh balas dendam, roh pembunuhan, karena Alkitab berkata, “Karena yang diucapkan mulut keluar dari hati.” Bila hati seseoran bersih, dia mempunyai kehidupan yang bersih. Bagaimana bisa seseorang datang untuk prinsip-prinsip superior, untuk toleransi, untuk kasih, seseorang yang mewakili Allah di bumi, melakukan balas dendam bagi kepentingan dirinya sendiri? Satu posisi yang aneh. Adalah bahwa pesan yang dibawa utusan adalah pesan kasih. Dia memanggil orang untuk menyembah Tuhan dan bagaimana caranya? Dengan memberikan perintah-perintah yang baik, bukan dengan cara membalaskan dendam seseorang kepada lawan. Kami berharap dan meminta pada Tuhan bahwa Dia akan membuka mata dan memberikan kemurahan/kemuliaan. Hal yang paling penting, jujur saja, adalah sebuah kehidupan rohani/agamis membutuhkan perubahan secara total dari sifat lama, dari sifat-sifat balas dendam, membenci, yang ada karena factor insting manusia. Orang harus berubah. Alkitab berkata, “Berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Oleh karena itu, “siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ini adalah suatu proses pembaharuan dari dalam. Jujur saja, kami tidak melihat hal seperti ini dalam Islam. Islam tidak membantu orang untuk diubah. Bahkan Islam juga tidak mendorong mereka untuk diubah. Islam hanya memberikan larangan-larangan, tetapi sifat di dalam tidak hilang.

Mohamed: Jadi, iman yang benar adalah mengubah orang dari sifat lamanya, yang jahat dan berdosa, dan menginginkan hubungan akrab dengan sang Pencipta; dengan Allah, untuk memperoleh hidup yang kudus.

Pendeta Zakaria: Benar Kisah tentang orang-orang kudus adalah sebuah cerita yang sangat indah tentang seorang yang suci, yang bernama Augustine, yang dulu adalah seorang professor di sebuah universitas di Torino. Augustine ini menjalani hidup percabulan dan keburukan, tetapi ibunya adalah seorang wanita yang taat yang selalu berdoa untuk anaknya. Dia tetap berdoa bagi anaknya selama 20 tahun, dan mahasiswa Augustine mengatakan kepadanya bahwa ada seorang uskup yang berkotbah dengan fasih. Augistine adalah seorang orator, oleh karena itu dia pergi ke uskup tersebut untuk mengkritiknya. Tetapi ketika tiba disana, sambil membawa kertas dan pena untuk menuliskan kritikan-krikannya terhadap kefasihan uskup berkotbah, dia tidak dapat menulis satupun kata hingga akhir kotbah. Mengapa? Karena dia menyukai apa yang didengarnya. Dia ingin bertobat, tetapi dia terus berkata, “Tidak sekarang, Tuhan. Aku ingin bertobat dan menyerahkan hatiku kepadaMu, tetapi tidak sekarang.” Lalu pada suatu hari, dia jatuh sakit. Dia dan seorang temannya pergi ke sebuah taman, duduk disana dan tiba-tiba dia mendengar suara seperti sebuah paduan suara surgawi sambil berkata kepadanya, “Ambillah dan bacalah!” Dan dia terdorong untuk mengambil Alkitab dan membacanya. Dia membuka Alkitab dan membaca Roma 13: “Saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!” Ditempat itu juga diapun berlutut dan berkata, “Tuhan, aku telah menjalani hidup yang sangat hina. Aku ingin memiliki hidup yang baru. Maukah Engkau mengubah aku? Memberiku hati dan sifat yang baru?” Dan ketika dia telah diubah, dia pulang kerumah, dan salah satu kekasihnya datang kepadanya dan mencoba untuk membujuknya, tetapi dia berkata kepada kekasihnya, “Augustine yang dulu kamu kenal telah mati. Yang hidup sekarang adalah Augustine yang baru yang hidup untuk Tuhan, dengan hati dan sifat yang baru, yang membenci dosa.” Ini adalah cerita tentang orang kudus. Jadi, ada sebuah sentuhan perubahan, atau transformasi.

Mohamed: Terima kasih banyak. Kita telah kehabisan waktu, dan sampai bertemu kembali pada episode lainnya, bila Tuhan menghendaki.

Pemirsa yang saya kasihi, Tuhan berkata tentang manusia, bahwa manusia adalah bejana kasih yang ditetapkan Allah untuk kemuliaan, yaitu kemuliaan Allah. “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita.” Oleh kasih karunia kamu diselamatkan, itu bukan usahamu, tetapi pemberian Allah.” Itu adalah pemberitan Allah, dan “inilah kehendak Allah agar semua orang diselamatkan dan datang kepada pengetahuan akan kebenaran.” Bila Anda sedang mencari kebenaran, serahkanlah hatimu sekarang kepada Allah dan ijinkan Allah menyatakan kebenaran itu, karena Dia sendiri adalah kebenaran itu, Dan Yesus Kristus berkata, “Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup. Barang siapa yang datang kepadaKu, ia tidak akan Ku buang.” Terima kasih.

Dengan senang kami akan mengirimkan Anda sebuah Alkitab free. Bila Anda mempunya pertanyaan atau Anda ingin memiliki Alkitab, kirimkan surat Anda kepada alamat yang tampil pada layar TV. Sampai jupa lagi di episode ang baru, kami menyerahkan Anda dalam tangan perlindungan Tuhan. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment