Thursday, January 27, 2011

Kesalahan yang dicurigai dalam Alkitab (Ep 31)

Muhammad: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. Penonton yang terkasih, betapa indah ini untuk dinyanyikan dan memuji Tuhan kita. Selamat datang pada episode baru dari acara kita, “Pertanyaan tentang Iman”. Dengan tamu terhormat kita; yang mulia Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang.

Bpk. Zakaria: Terima kasih.

Muhammad: Penonton yang terkasih, pada episode ini yang akan kita ikuti, kita akan membuka topik baru, kebanyakan adalah pertanyaan, atau lebih tepatnya keberatan yang diajukan Muslim terhadap topik tertentu dan ayat tertentu yang terlihat kontradiksi, atau tidak jelas. Jadi. Satu dari pertanyaan disini adalah tentang penggunaan kata yang ada dalam Alkitab yang terlihat tidak sesuai untuk pewahyuan yang kudus. Contohnya, kitab Yehezkiel pasal 23 ayat 3 dan 20. Jadi, apa pendapat mengenai ini?

Bpk.Zak: Yehezkiel,pasal 23

Muhammad: Ya, 23,..dan ayat 3

Bpk. Zakaria: Sangat baik, mari kita baca? “Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang. Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.

Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.

Jadi keberatan disini adalah pada bahasa yang digunakan pada pasal ini, dimana yang berkeberatan berkata tidak sesuai untuk digunakan pada pewahyuan yang kudus. Penjelasan yang logis dan penafsiran untuk hal ini adalah: pertama, tentunya, seseorang berkata ini sangat keras dan jelas. Tetapi seseorang harus mempelajari dulu, karena anda tak boleh melihat dari tertulis saja. Sesuatu harus dipelajari dengan dalam. Seseorang harus mempelajari bacaan dengan dalam. Hal pertama yang kita bicarakan adalah latar belakang dari tulisan ini. Untuk memahami kalimat itu, anda harus paham latar belakang dari teks. Mengapa hal itu dikatakan. Dia dalam Al Quran mereka menyebutnya alasan pewahyuan. Kata-kata ini ditujukan kepada bangsa Yahudi. Itulah mengapa dikatakan, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu. Ini berbicara tentang bangsa Yahudi. Dua orang dan perempuan itu, dia namakan Oholah dan Oholibah. Kemudian dia mengidenifikasikan Oholah sebagai Samaria dan Oholibah sebagai Yerusalem.Oholah dan Oholibah, keduanya melakukan perzinahan; yaitu Samaria dan Yerusalem. Dan teks menuliskan mereka berzinah dengan Mesir. Dan juga, Assyria dan Babylon, menurut ayat 3 dan 19. Jadi dia tidak berbicara perzinahan secara literal disini. Arti perzinahan disini tidak secara harafiah. Dia tidak berbicara tentang perempuan yang melakukan perzinahan dengan laki-laki. Disini adalah seluruh bangsa. Perzinahan disini berarti perzinahan secara spiritual, tidak secara fisik. Sebutlah, ini diambil sebagai gambaran dari sebuah pembicaraan, yaitu, metanomia, dan tidak harafiah; bahwa seorang perempuan tidur dengan seseorang, dan berdosa. Satu bangsa yang berzinah, dan orang-orangnya disebut berzinah. Dan itu berarti mereka meninggalkan Tuhan. Mari kita lihat apa yang dimaksud berzinah spiritual. Seorang istri terikat pada suaminya. Pada saat dia berzinah, dia terpisah dari suaminya dan mengikatkan dirinya pada orang lain. Sama saja, perzinahaan spiritual berarti sebuah bangsa meninggalkan Tuhan dan mengikatkan diri pada Tuhan yang lain. Ini yang dimaksud perzinahan dalam Alkitab.

Muhammad: Mesir yang anda maksud disini, berarti Tuhan yang lain?

Bpk. Zakaria: Ya. Jadi ayat-ayat disini menyimbolkan ketidakpercayaan bangsa itu kepada Tuhan, dimana mereka adalah umat kepunyaan-Nya. Dan ini adalah pengertian spiritual. Perzinahan spiritual adalah konsep yang berarti menjadi tidak percaya kepada Tuhan yang digunakan dalam Alkitab, atau benci Tuhan. Jadi itulah latar belakangnya. Jadi latar belakang dari pasal ini, yang adalah subyek dari pertanyaan, dan bukanlah perzinahan seorang perempuan, dalam arti seksual. Namun lebih kepada perzinahan seluruh bangsa, dalam arti simbolis, yang berarti terpisah dari Tuhan.

Muhammad: Pembelotan dari Tuhan.

Bpk. Zakaria: Dan mengikat diri mereka pada Tuhan yang lain. Jadi topik ini, penggunaan kata-kata yang tak pantas, dimana yang baru kita lihat, merupakan subjek dari keberatan. Baiklah, keberatannya adalah, apakah diperbolehkan suatu bahasa seperti itu digunakan dalam buku yang diwahyukan? Apakah itu benar?

Muhammad: Benar

Bpk. Zakaria: Baiklah, sebagai jawaban, kita tak dapat menuduh atau mengkritik sebuah tulisan tanpa kita mempelajari keadaan dan kondisinya, yaitu, alasan mengapa itu diwahyukan. Dan juga bahasa yang digunakan pada waktu itu, sebagaimana kebiasaan dan tradisi bangsa pada waktu itu. Jadi mari kita renungkan sebentar. Ekspresi yang digunakan disini adalah pendeskripsian dari yang jahat.

Muhammad: Kita menyelidiki apa yang dikatakan Tuhan, dan tidak dilarang untuk bertanya, sebagaimana kita telah bicarakan dalam episode sebelumnya.

Bpk.Zakaria : Tentu saja, dengan senang hati. Dan kami senang memberikan jawaban pada anda. Kami tidak tersinggung dan marah, kami juga tidak memandang “kafir” orang yang bertanya seperti itu. Kami senang menjawab pertanyaan secara logis. Jadi, ekspresi ini menjelaskan tentang kejahatan, dan menuju pada yang jahat. Mereka merupakan kritik untuk yang jahat dan bukan sebagai nasihat untuk melakukan yang jahat. Ini adalah ritual yang upacara yang dilakukan pada saaat menyembah Tuhan yang lain, yaitu, berhala-berhala. Bagaimana hal itu terjadi? Ya, hal ini didukung oleh penemuan ilmiah. Anda bisa membaca di ensiklopedia Britannica jilid 12 halaman 782. Apa yang ditulis disana? “Adalah salah satu ritual dalam mengikut penyembahan berhala untuk melakukan seks pada pelacuran yang keji, sebagai tanda persatuan dengan penyembah berhala dalam satu tubuh”. Pada saat mereka melakukan perzinahan itulah mereka menjadi satu tubuh. Disinilah ritual itu dilakukan.

Muhammad: Pada zaman dulu. Ya.

Bpk. Zakaria: Ini adalah gambaran yang sama yang Tuhan, melalui Yehezkiel, tunjukkan, murkai dan hukum mereka karena melakukan itu. Jadi, disini kita harus memahami bahwa Tuhan murka terhadap hal ini dan menghukum mereka. Kekotoran dan percabulan ini tidak memalukan dan salah di pandangan orang yang melakukannya, jika ya, mereka tidak akan melakukannya. Dan itulah mengapa Alkitab berkata tentang mereka: ”Kemuliaan mereka ada pada perbuatan mereka yang memalukan.” Dan Tuhan hanya ingin menunjukkan kecabulan mereka dan betapa memalukannya perbuatan mereka. Dia datang untuk memperlihatkan itu, untuk menghukum mereka. Jika penyebutan itu semata-mata hanya untuk kecabulan, sebagaimana disebutkan Alkitab: ”Adalah memalukan bahkan untuk membicarakan perbuatan mereka”. Jadi, sememalukan apa lagi untuk melakukannya? Jadi, bukankah baik Tuhan menyingkap kejahatan mereka? Dan sebenarnya, Tuhan menyebutkan keasusilaan ini untuk menghukum bangsa yang melakukannya. Sehingga, Tuhan berkata pada pasal yang sama: ”Aku akan menyuruh mereka bergerak melawan engkau; Mereka datang melawan engkau dengan banyak kereta dan roda-roda dan dengan sekumpulan bangsa-bangsa”. Jadi ini adalah untuk tujuan penghukuman. Dan ini hasil akhirnya, dan aku meminta pada penonton hasil ini dengan tujuan yang baik, dimana kita menghormati semua agama, dan menghargai kepercayaan orang lain. Apa yang mau kukatakan adalah bahwa kata-kata yang dapat dibantah seperti ini… sudahlah tetapi, saya teringat akan cerita. Apa anda tahu? Darimana seluruh keberatan ini datang? Kebaratan-keberatan ini dibuat oleh Ahmed Didat, Sheikh Ahmed Didat. Dia membuatnya. Anda dapat menemukannya pada alamat situsnya di internet. Dan Ahmed Didat telah menyalinnya dari Rahmat Allah Al Othmany Al Hendy, yang menulis buku berjudul “Ethhar Al Haq”, dalam 4 judul. Dan Al Hendy ini hanya mengutip keberatan yang ditulis seorang ateis dari abad ke 16 di Eropa, pada zaman Renaissance Eropa. Mereka keberatan dengan Alkitab dan mereka datang dengan semua keberatan ini, dan menyebarkan mereka. Jadi Al Hendy menyalin mereka, dan Ahmed Didat menyalinnya lagi, dan dari dia semua kritik ini disalinkan. Tetapi apa yang diizinkan oleh ateis adalah tak diizinkan untuk Muslim. Mengapa? Karena Al Quran itu sendiri bersaksi tentang Alkitab. Kepada Taurat, Mazmur dan kepada Injil. Dikatakan pada surah 28 ayat 49, “ Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya niscaya aku mengikutinya.” Dan juga,” untuk memberitahu apa yang sudah ada sebelumnya”. Kemudian Islam dan Muhammad, pembawa pesan dalam Islam, mengakui Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Baru, dan tidak keberatan akan itu. Jadi ketika Muslim saat ini melawan ini, dia berjuang melawan kesaksian dari Al Qurannya sendiri tentang keaslian Alkitab. Dan ini adalah bagian penting yang ingin saya sampaikan. Keberatan tentang penggunaan kata seperti “ buah dada”. Mereka bilang ini kata yang sangat kotor. Tidak seharusnya disebutkan. Apa yang anda katakan tentang kata “buah dada” ada dalam Al Quran itu sendiri? Apakah itu masih kotor? Pada Al Quran dalam Surah 86 Al Tariq, ayat 5 sampai 7, dikatakan,” jadi baiklah setiap manusia sadar darimana dia diciptakan. Dia berasal dari cairan yang keluar dari tulang belakang dan buah dadanya”. Jika itu ada dalam Alkitab, maka itu kotor dan cabul, tetapi pada saat kita melihat itu dalam Al Quran kita hanya lewat saja? Ini adalah kata yang sama. Mereka juga keberatan terhadap kata ”keluaran” yaitu , air mani. Mereka bilang ini adalah kata yang kotor. Mengapa itu bisa disebutkan dalam Alkitab? Baiklah pemirsa terkasih. Bagaimana jika saya katakan itu terdapat dalam Al Quran juga?

Muhammad: Benarkah? Dapatkah anda sebutkan?

Bpk. Zakaria: Ya. Pada surah 75 (Al Qiyamah), dari ayat 36 sampai 39, tertulis,” Apakah mengira manusia, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja?. Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan, kemudian mani itu menjadi segumpal darah” itu adalah “air mani”, kata yang sama. Jadi itu disebutkan disini, dan itu dapat diterima, tetapi jika Yehezkiel menyebutkan itu..tetapi anda tahu orang-orang yang keberatan akan hal ini, dan sewaktu Ahmed Didat keberatan soal ini, dia tidak memperhitungkan bahwa kita mempelajari Al Quran juga. Dia pikir dia dapat juga melawan kita. Dan juga sebuah debat yang dia lakukan antara dia dan pendeta barat dari AS dan Eropa, yang tidak mempelajari soal Al Quran, dan tidak mengetahui tentang Islam. Dia tidak membuat satu debatpun terhadap pendeta mesir, tak satu pun, karena kami tahu soal itu.

Muhammad: Kita tidak ingin mengumpat siapapun, hanya untuk menjelaskan kebenaran.

Bpk. Zakaria: Saya tidak mengumpat disini, saya menilai keadaan. Mengumpat adalah pada saat saya katakan dia idiot, bodoh, atau sebagainya. Tetapi saya tidak mengumpat, saya menilai tindakan itu sendiri yang salah. Terhadap kata-kata seperti ini juga, kata yang berada pada surah 33, Al Ahzab ayat 50: ”Dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi memberikan kepada Nabi kalau Nabi mau…” saya tidak akan mengucapkan kata ini. “jika dia ingin melakukan…” saya tinggalkan itu pada anda. Surah 33 ayat 50.

Muhammad: Maksud anda itu adalah tindakan seksual. Kata itu yang anda maksud.

Bpk. Zakaria: Mereka menafsirkannya sebagai pernikahan, tetapi ada kata lain yang berarti pernikahan dalam Al Quran. Kenapa tidak digunakan kata “menikah”?

Muhammad: Tetapi kata itu sendiri sangat kotor, sangat malu untuk menggunakannya.

Bpk. Zakaria: Saya tidak dapat membaca kata itu. Saya tahu diantara penonton terdapat keluarga dan wanita dan mungkin anak-anak.. dalam Surah (Al Azhab)33, ayat 50: “ dan setiap wanita yang percaya” dia berkata,” yang menyerahkan dirinya kepada Nabi”, bahkan jika dia menikah. Jika dia memberikan dirinya sebagai hadiah kepada Nabi,” menyediakan kepada Nabi apa yang Nabi mau… dan seterusnya dan seterusnya, sebagai pengkhususan bagimu dan bukan untuk semua orang mu’min jadi itu tidak menjadi kesempitan bagimu.” Ini adalah sebuah kekuasaan penuh yang diberikan kepada Nabi untuk melakukan apapun yang dia mau. Lebih lanjut. Pada surah 24(Al Nur) juga terdapat kata seperti ini. Ayat 31 berkata,” Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara ….nya” dan dia menggunakan kata yang tidak dapat digunakan dalam batasan kesopanan. Sebuah kata yang sulit. Dan pada Surah 52, (At Tur ) dan pada Surah 56 (Al Waqi’ah), dan Surah 76, (Al Insan). Pada Surah 52 itu berbicara tentang para gadis di surga: ”Yang akan berpasangan dengan mereka dengan gadis bermata hitam dan lelaki muda kepunyaan mereka akan melewati mereka sehingga mereka seperti mutiara yang berharga”. Dan pada Surah 56,”kami telah membuat wanita yang khusus dan membuat mereka perawan abadi, dan mudah untuk bersama mereka”. Dan uraian dari ini, menjelaskan bahwa “perawan abadi” berarti, apa saja lah itu, mereka menjadi perawan kembali.

Muhammad: Maafkan jika saya sedikit menyimpang, anda berbicara tentang gadis yang bermata hitam, dan apa yang Muslim dapatkan di surga. Apa konsep surga di Kekristenan?

Bpk. Zakaria: Ya dalam Kekristenan. Anda tahu bahwa Kekristenan adalah agama dari roh. Itu berarti tentang hidup spiritual yang dimuliakan dan ditinggikan. Alkitab berkata, ”Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.“ lagi, Yesus berkata, ”Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.” Kami tidak memiliki surga fisik seperti ini. Tidak dapat dibayangkan bahwa kami akan memiliki tubuh fisik disana dan mencari kesenangan fisik secara seksual layaknya di dunia. Lebih lagi...ini ada dalam Al Quran dan kata-kata ini diterima tanpa ada keberatan. Tapi anda akan tersedak jika anda menemukan itu pada Alkitab, mengutukinya, dan melarang orang untuk melakukan itu. Sekarang, pada tradisi dari Muhammad, terdapat banyak sekali,yang menggunakan bahasa yang sangat eksplisit. Jadi mengapa orang pintar yang menemukan ini dalam Alkitab, tidak melakukan yang sama pada tradisi Muhammad dan menemukan kata yang kotor disana. Mereka berbicara tentang berhubungan seksual diantara paha dengan anak berumur 6 tahun; maksud saya Aisha. Dia menikahinya pada saat berumur 6 tahun sampai dia berusia 9 tahun dan karena dia sangat kecil, dia biasa berhubungan seksual dengan dia diantara pahanya. Dan saya tidak dapat menjelaskan kepada anda detailnya. Saya tidak bisa. Kenapa mereka tidak melihat semua ini?

Muhammad: Sangat memalukan untuk membicarakan ini.

Bpk. Zakaria: Sangat memalukan membicarakan ini. Dan bagaimana tentang menyusui lelaki dewasa, yang kita sebutkan pada acara sebelumnya? Itu juga sangat tidak sesuai untuk dibicarakan.

Muhammad: Tidak perlu.

Bpk. Zakaria: Lalu kemudian mengapa anda mengambil hal yang sepele ini? Ya, saya ingin memberikan tantangan. Saya tak dapat mengucapkannya. Saya tak dapat mengejanya, karena itu sangat kotor. Tetapi saya ingin penonton mencari di internet dan melihat www.alazhr.com

Muhammad: Itu adalah alamat situs Al Azhar.

Bpk. Zakaria: Dan masuk ke dalam tradisi Nabi, Hadeeth Shareef. Klik dan cari On What? Sebuah kata yang sulit untuk kuucapkan. Cerita ini diceritakan oleh Muhammad sebanyak empat kali. Dalam berapa tradisi? Dalam empat tradisi. Dalam Saheeh of Al Bokhary, sang Saheeh, buku yang berbicara, dari Al Bokhry, tradisi 6913, pada pasal “pejuang”. Itu juga disebutkan dalam Sonan Aby Dawood, tradisi 4430, dibawah judul:” Hodood”. Dan juga pada Mosnad Ahmend, tradisi 2477 Mosnad Abd Allah Ibn Abbas. Juga disebutkan dalam Sonan er Darqatny tradisi 3491 pada bagian “Hodood”.

Muhammad: Tepat sama dengan kata yang tak dapat anda ucapkan

Bpk. Zakaria: Ya tidak mungkin. Sebuah kata yang sangat vulgar.

Muhammad: Yang berarti perbuatan zinah.

Bpk. Zakaria: Tetapi kata yang lebih kotor lagi mereka gunakan lebih dari yang mereka gunakan tentang pernikahan.

Muhammad: Maksud anda “seks”?

Bpk. Zakaria: Sejujurnya itu lebih mirip kata “F” dalam bahasa Inggris. Saya sendiri tak dapat mengucapkannya di depan para pemirsa, dan ini dituliskan empat kali. Dan cerita berlanjut tentang seseorang yang mengaku telah berdosa dengan seorang wanita. Seorang yang bernama Maez Ibn Malek, dia pergi kepada Nabi dan berkata kepadanya, ”aku tidur dengan perempuan secara terlarang”. Dia tidak menjawabnya. Jadi lelaki ini bertanya lagi,

Muhammad: Yang anda maksudkan adalah lelaki yang mengaku berzinah?

Bpk. Zakaria: Ya, mengaku berzinah. Dia bertanya 3 kali. Dan pada ke empat kali, dan kelima kali dia melakukan ini dan ini. Dan ini Maez Ibn Malek berkata kepada pembawa pesan Muhammad. Kemudian Muhammad bertanya kepadanya, ”Apakah engkau telah melakukan…ini dan ini?” kata yang sangat tak sopan. Vulgar. Dan pada saheeh dari Al Bokhary, mereka bahkan menjelaskan bahwa dia tidak menggunakan perumpamaan eufemisme; dia menggunakan kata-kata yang sangat langsung.

Muhammad: Kata ini berarti, melakukan hubungan seksual dengan wanita itu?

Bpk. Zakaria: Ya tetapi dalam ekpresi yang sangat vulgar. Sebuah kata yang jika seorang ayah mendengar anaknya berkata itu, aku tak tahu apa yang dilakukannya kepadanya. Seorang ayah tidak akan mengucapkan kata itu pada saat ada anaknya.

Muhammad: Memalukan, tidak sopan.

Bpk. Zakaria: Memalukan. Jadi dia bertanya kepadanya, apakah engkau melakukan ini dan ini kepada wanita itu? Lelaki ini menjawab ya. Dan dia menjelaskan, dan memberikan detil tentang itu dan itu, sampai kepada itu dan semuanya. Empat tradisi, kata yang sama digunakan untuk berbicara kepada Maez Ibn Malek dan lelaki lain dengan nama Al Aslamy.

Muhammad: Apakah anda memiliki tradisi yang spesifik?

Bpk. Zakaria: Ya saya tidak dapat membacanya

Muhammad: Tidak, maksud saya referensinya.

Bpk. Zakaria: Ya tulisan itu sendiri saya tak dapat membacanya. Saya mungkin dapat menunjukkannya, jika kamera dapat mengambil gambarnya. Saya tak tahu apakah ini mungkin. Dalam Sonan oleh Aby Dawood bagian “Hodood” tradisi nomer 4430. Dituliskan, ”Al Hasan Ibn Aly menceritakan kepada kami…. Dan selanjutnya. Kemudian sampai kepada Al Aslamy, dan semua penjelasan disana. Ini. Ini adalah kata itu. Apakah terlihat jelas? Dia bahkan menggabungkannya. Dia berkata, ”Dia biasa melakukan ini dan itu?” lalu laki-laki itu berkata,”ya”, jadi Muhammad bertanya kepadanya, ”Lalu mengapa engkau datang kepadaku? Lelaki itu menjawab, ”Untuk membersihkan diriku”. Muhammad berkata, ”Aku mau membersihkanmu.” Apakah anda tahu apa jawabnya? Dia menyuruh dia dirajam dengan batu sampai mati.” Saya tidak ingin masuk kepada detail ini. Tetapi yang mau saya tekankan adalah: anda sendiri memiliki kata yang sangat sulit, tetapi anda datang dan mengambil kata-kata biasa yang disebutkan dalam Al Quran, dan bahkan lebih buruk? Mengapa anda menggali kuburanmu sendiri? Tentu saja, jika dia datang dan mulai menggali seperti itu, saya hanya diam saja, dan berkata, ”Oh ya, kami memiliki hal yang memalukan seperti itu?”. Tentu saja tidak, saya akan menggali juga. Mengapa? Karena kita memiliki debat agama disini, bukanlah debat pada level yang rendahan. Jadi ini adalah ide objektifnya, dan itu adalah keberatannya. Mereka menangkap sesuatu dan berpegang kepadanya dan mencoba melawan dengan itu, tanpa tahu batasan mereka.

Muhammad: Ya, Alkitab berkata, ”Orang-orangku binasa karena kekurangan pengetahuan.”

Bpk. Zakaria: Tepat sekali.

Muhammad: Ada pertanyaan lain disini, yang berbicara tentang Nabi Hosea, dimana Tuhan menyuruhnya untuk menikahi seorang perempuan sundal. Pertanyaan adalah, apakah benar bahwa Tuhan menyuruhnya untuk menikahi seorang perempuan sundal?

F Zakaria: Ini adalah salah satu dari pertanyaan-pertanyaan yang telah ditanyakan oleh… oleh…siapa namanya? Ahmed Didat. Mari kita membacanya untuk melihat mengenai apa semua itu. Pada kitab Hosea pasal 1 ayat 2: “Ketika Tuhan mulai berbicara dengan perantaraan Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan.” Mari kita coba mengerti hal ini. Dia mengatakan, “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal.”

Dapatkah dia mengambil perempuan sundal dan juga anak dari pelacuran? Tentu saja tidak. Dia sedang berbicara tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Lebih jelas lagi, pergi dan kawinilah seorang perempuan, tapi dia akan mengkhianatimu. Dia tidak menyuruhnya untuk pergi dan mencari seorang perempuan sundal. Jika ada seorang yang diketahui perempuan sundal, dia pasti akan dirajam sampai mati berdasarkan Hukum Mosaik. Tapi dia sedang mengatakan padanya bahwa pada masa yang akan datang, perempuan itu akan mengkhianatimu, dan dia akan melahirkan anak dari hubungan diluar pernikahan. Dan itulah yang terjadi kemudian. Ketika Hosea mengawini perempuan itu, dia berselingkuh, dan melahirkan anak-anak hasil perzinahannya. Itu adalah sebuah nubuatan, bukan perintah untuk mengawini perempuan sundal. Perempuan itu sudah dirajam sebelumnya. Apakah anda mengerti maksudku? Inilah idenya. Dan keseluruhannya digunakan sebagai perumpamaan, sebagai perbandingan bagi negeri Israel. Bahwa negeri itu berbuat banyak pelacuran dengan menjauh dari Tuhan, “karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan.” Itulah, mereka jauh dari Tuhan dan mengikuti allah-allah yang tak mereka kenal. Jika anda mengerti makna dan konteksnya, penyangkalan-penyangkalan itu tidak akan muncul di pikiran anda. Dan saya harap, melalui jawaban saya, manusia akan menyadari bahwa untuk memahami Alkitab, anda harus mengacu pada orang-orang yang telah menafsirkannya. Simaklah apa yang bapak-bapak katakan tentang teks itu, apa yang para komentator katakan untuk mengetahui maksud teks itu.

Muhammad: Terimakasih banyak, bapak pendeta yang terhormat. Para penonton yang terkasih, tak terasa waktu yang akan memisahkan kita lagi, dan kita akan melanjutkan diskusi kita pada episode selanjutnya. Saya ingin membacakan beberapa ayat buat anda: “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” Para penonton yang saya kasihi, saya juga adalah seorang yang memiliki banyak pertanyaan, namun karena Allah berkata, “Selidikilah kitab-kitab Suci,” anda harus menyelidiki Kitab Suci, dan kita harus mempertanyakan dan diyakinkan. Namun yakinlah bahwa Tuhan menjawab pelayan-pelayan-Nya, anak-anak-Nya. Saya mengatakan ini secara gambaran tentunya, karena: “Tuhan adalah panjang sabar dan pemaaf, bumi adalah pijakan kaki-Nya dan surga adalah tahkta-Nya” Namun Dia mengasihi ciptaan-Nya. Dia mengatakan, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Para penonton yang terkasih, kami menerima semua pertanyaan dan tanggapan anda. Dan jika anda memiliki pertanyaan, atau jika anda ingin memiliki sebuah Alkitab gratis, kami akan dengan senang hati mengirimkannya pada anda. Alamat-alamat kami muncul di layar kaca sekarang dan anda juga dapat menghubungi kami lewat internet, jika anda ingin bertanya pada kami, ataupun bertanya pada Bapak Pendeta, atau jika anda ingin mengajukan topik-topik baru. Sekali lagi terimakasih. Sampai bertemu pada episode mendatang. Selamat tinggal.

5 comments:

  1. Kapan zakaria boutros debat dengan dr zakir naik??

    ReplyDelete
  2. Saya kira ga penting debat dengan Muslim..kebenaran sdh menunjukkan wajahnya. Apa yang menjadi prilaku muslim seperti terorisme, kawin sirih, poligami dqn kebencian adalah gambafan jelas tentang apa yang diyakininya. Penjelasan pwndeta Zakaria sungguh bermanfaat bagi kita untuk memgetahui kebemaran kuran. Thanks admin

    ReplyDelete
  3. Saya kira ga penting debat dengan Muslim..kebenaran sdh menunjukkan wajahnya. Apa yang menjadi prilaku muslim seperti terorisme, kawin sirih, poligami dqn kebencian adalah gambafan jelas tentang apa yang diyakininya. Penjelasan pwndeta Zakaria sungguh bermanfaat bagi kita untuk memgetahui kebemaran kuran. Thanks admin

    ReplyDelete
  4. buat apa debat. toh kita suda tau siapa mereka yg percaya kitap kemarin sore.dikisah ibrahim suda diberitahu, si Wahyu suda diberi tahu, yesus juga suda kasi tau kok.

    ReplyDelete
  5. Thanks admin.....sungguh suatu pencerahan iman.

    ReplyDelete