Showing posts with label Wanita Muslim. Show all posts
Showing posts with label Wanita Muslim. Show all posts

Wednesday, August 15, 2012

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 72


Antoine: Selamat datang, para pemirsa terkasih, ke episode baru program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’, dan selamat datang kepada tamu kita terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Saya ingin berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah menulis kepada kita akhir-akhir ini.
Saya ingin membacakan bagian dari sebuah surat yang kita terima dari saudara Fouad dari Sweden.
“Kepada yang terkasih dan terhormat Bapak Pendeta Zakaria Botros. Salam dalam Allah. Salam kasih kepada Anda dan kepada semua yang mengambil bagian dari program Anda yang sangat bermanfaat ini, yang telah menarik perhatian pemirsa dan menjawab semua pertanyaan dengan objektif dan dalam kasih. Semoga Allah memberkati Anda dan memberikan Anda umur yang panjang. Semoga Ia memampukan Anda untuk membukakan kebenaran dengan iman dan bertanggung jawab.
Saya amat sangat senang bahwa Anda telah menjawab surat saya dengan menyambut saya sebagai seorang teman di Saluran Hayat dan terutama program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Saluran ini merupakan saluran yang hebat.
Mohon kirimkan saya buku ‘Sons of Ishmael’ (Anak-anak Ismail).”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Kami sangat senang atas surat ini dan berdoa agar Allah memberikan kita kemampuan untuk membukakan kebenaran bagi kebaikan orang-orang. Amin.

Antoine: Terima kasih.
Kita telah membahas beberapa topik yang disebutkan di dalam Hadis. Yang terakhir kita bahas adalah Obat Rasul. Dapatkah Anda membahas topik lainnya hari ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebuah topik penting yang muncul di pikiran adalah masalah perempuan Muslim di Hadis Rasul.
Di Sahih El Bukhari, ada sebuah bab yang membahas menstruasi. Maafkan saya telah mengucapkan kata-kata ini, tetapi itulah yang tertulis. Hadis 304 berkata, “Menceritakan Abu Said al-Khudri: sekali waktu, rasul Allah pergi ke tempat doa untuk mendoakan perayaan Idul Adha atau Idul Fitri. Ia berpapasan dengan beberapa perempuan dan berkata, ‘O perempuan! Berilah sedekah, karena aku telah melihat bahwa sebagian besar penghuni api neraka adalah engkau (para perempuan)’. Mereka bertanya, ‘Mengapa begitu, O rasul Allah?’ Ia menjawab, ‘Engkau sering mengutuk dan tidak berterima kasih atas suamimu. Aku belum pernah melihat seorangpun yang lebih berkekurangan dalam kepandaian dan agama daripada engkau. Seorang laki-laki yang berakal dan berhati-hati dapat disesatkan oleh beberapa dari kamu.’ Kemudian para perempuan itu bertanya, ‘O rasul Allah, apa kekurangan kepandaian dan agama kami?’ Ia berkata, ‘Bukankah kesaksian seorang perempuan sama dengan setengah kesaksian seorang laki-laki?’ Mereka menjawab dengan jelas. Ia berkata, ‘Inilah kekurangan kepandaiannya.’ Ia berkata, ‘Bukankah benar ketika ia menstruasi, ia tidak berdoa atau berpuasa?’ Mereka menjawab dengan jelas. Ia berkata, ‘Ini kekurangan dalam agama perempuan.’”

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 72


Antoine: Selamat datang, para pemirsa terkasih, ke episode baru program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’, dan selamat datang kepada tamu kita terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Saya ingin berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah menulis kepada kita akhir-akhir ini.
Saya ingin membacakan bagian dari sebuah surat yang kita terima dari saudara Fouad dari Sweden.
“Kepada yang terkasih dan terhormat Bapak Pendeta Zakaria Botros. Salam dalam Allah. Salam kasih kepada Anda dan kepada semua yang mengambil bagian dari program Anda yang sangat bermanfaat ini, yang telah menarik perhatian pemirsa dan menjawab semua pertanyaan dengan objektif dan dalam kasih. Semoga Allah memberkati Anda dan memberikan Anda umur yang panjang. Semoga Ia memampukan Anda untuk membukakan kebenaran dengan iman dan bertanggung jawab.
Saya amat sangat senang bahwa Anda telah menjawab surat saya dengan menyambut saya sebagai seorang teman di Saluran Hayat dan terutama program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Saluran ini merupakan saluran yang hebat.
Mohon kirimkan saya buku ‘Sons of Ishmael’ (Anak-anak Ismail).”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Kami sangat senang atas surat ini dan berdoa agar Allah memberikan kita kemampuan untuk membukakan kebenaran bagi kebaikan orang-orang. Amin.

Antoine: Terima kasih.
Kita telah membahas beberapa topik yang disebutkan di dalam Hadis. Yang terakhir kita bahas adalah Obat Rasul. Dapatkah Anda membahas topik lainnya hari ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebuah topik penting yang muncul di pikiran adalah masalah perempuan Muslim di Hadis Rasul.
Di Sahih El Bukhari, ada sebuah bab yang membahas menstruasi. Maafkan saya telah mengucapkan kata-kata ini, tetapi itulah yang tertulis. Hadis 304 berkata, “Menceritakan Abu Said al-Khudri: sekali waktu, rasul Allah pergi ke tempat doa untuk mendoakan perayaan Idul Adha atau Idul Fitri. Ia berpapasan dengan beberapa perempuan dan berkata, ‘O perempuan! Berilah sedekah, karena aku telah melihat bahwa sebagian besar penghuni api neraka adalah engkau (para perempuan)’. Mereka bertanya, ‘Mengapa begitu, O rasul Allah?’ Ia menjawab, ‘Engkau sering mengutuk dan tidak berterima kasih atas suamimu. Aku belum pernah melihat seorangpun yang lebih berkekurangan dalam kepandaian dan agama daripada engkau. Seorang laki-laki yang berakal dan berhati-hati dapat disesatkan oleh beberapa dari kamu.’ Kemudian para perempuan itu bertanya, ‘O rasul Allah, apa kekurangan kepandaian dan agama kami?’ Ia berkata, ‘Bukankah kesaksian seorang perempuan sama dengan setengah kesaksian seorang laki-laki?’ Mereka menjawab dengan jelas. Ia berkata, ‘Inilah kekurangan kepandaiannya.’ Ia berkata, ‘Bukankah benar ketika ia menstruasi, ia tidak berdoa atau berpuasa?’ Mereka menjawab dengan jelas. Ia berkata, ‘Ini kekurangan dalam agama perempuan.’”

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 72


Antoine: Selamat datang, para pemirsa terkasih, ke episode baru program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’, dan selamat datang kepada tamu kita terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Saya ingin berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah menulis kepada kita akhir-akhir ini.
Saya ingin membacakan bagian dari sebuah surat yang kita terima dari saudara Fouad dari Sweden.
“Kepada yang terkasih dan terhormat Bapak Pendeta Zakaria Botros. Salam dalam Allah. Salam kasih kepada Anda dan kepada semua yang mengambil bagian dari program Anda yang sangat bermanfaat ini, yang telah menarik perhatian pemirsa dan menjawab semua pertanyaan dengan objektif dan dalam kasih. Semoga Allah memberkati Anda dan memberikan Anda umur yang panjang. Semoga Ia memampukan Anda untuk membukakan kebenaran dengan iman dan bertanggung jawab.
Saya amat sangat senang bahwa Anda telah menjawab surat saya dengan menyambut saya sebagai seorang teman di Saluran Hayat dan terutama program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Saluran ini merupakan saluran yang hebat.
Mohon kirimkan saya buku ‘Sons of Ishmael’ (Anak-anak Ismail).”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Kami sangat senang atas surat ini dan berdoa agar Allah memberikan kita kemampuan untuk membukakan kebenaran bagi kebaikan orang-orang. Amin.

Antoine: Terima kasih.
Kita telah membahas beberapa topik yang disebutkan di dalam Hadis. Yang terakhir kita bahas adalah Obat Rasul. Dapatkah Anda membahas topik lainnya hari ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebuah topik penting yang muncul di pikiran adalah masalah perempuan Muslim di Hadis Rasul.
Di Sahih El Bukhari, ada sebuah bab yang membahas menstruasi. Maafkan saya telah mengucapkan kata-kata ini, tetapi itulah yang tertulis. Hadis 304 berkata, “Menceritakan Abu Said al-Khudri: sekali waktu, rasul Allah pergi ke tempat doa untuk mendoakan perayaan Idul Adha atau Idul Fitri. Ia berpapasan dengan beberapa perempuan dan berkata, ‘O perempuan! Berilah sedekah, karena aku telah melihat bahwa sebagian besar penghuni api neraka adalah engkau (para perempuan)’. Mereka bertanya, ‘Mengapa begitu, O rasul Allah?’ Ia menjawab, ‘Engkau sering mengutuk dan tidak berterima kasih atas suamimu. Aku belum pernah melihat seorangpun yang lebih berkekurangan dalam kepandaian dan agama daripada engkau. Seorang laki-laki yang berakal dan berhati-hati dapat disesatkan oleh beberapa dari kamu.’ Kemudian para perempuan itu bertanya, ‘O rasul Allah, apa kekurangan kepandaian dan agama kami?’ Ia berkata, ‘Bukankah kesaksian seorang perempuan sama dengan setengah kesaksian seorang laki-laki?’ Mereka menjawab dengan jelas. Ia berkata, ‘Inilah kekurangan kepandaiannya.’ Ia berkata, ‘Bukankah benar ketika ia menstruasi, ia tidak berdoa atau berpuasa?’ Mereka menjawab dengan jelas. Ia berkata, ‘Ini kekurangan dalam agama perempuan.’”