Wednesday, August 1, 2012

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 70


Antoine: Selamat datang, para pemirsa kami yang terhormat, ke episode baru program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’, dan selamat datang juga kepada tamu kita terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mengirimkan begitu banyak surat kepada kami.
Hari ini kami menerima sebuah surat melalui internet, dari saudara George.
“Pak Pendeta, terima kasih atas program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Saya berharap semua orang menonton program yang bagus ini. Semoga Allah membantu Anda dan mensukseskan semua perjalanan Anda, dan membuat program Anda lebih lama sehingga Anda dapat menjawab semua pertanyaan pemirsa.”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin. Semuanya dapat dicapai melalui doa. Terima kasih banyak.

Antoine: Terima kasih, saudara George.
Ada sebuah surat lainnya dari saudara kita di Mesir:
“Pak Pendeta Zakaria Botros, Saya baru melihat beberapa episode dari program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’ yang indah ini, dan saya sangat menyukainya. Semoga Allah memberikan Anda kesuksesan dan membantu tim produksi agar melakukan pekerjaan yang hebat. Anda mengajukan beberapa pertanyaan kepada para ahli hukum Islam, apakah Anda dapat membagikan jawaban yang Anda terima kepada kami?
Saya mempunyai permintaan. Dapatkah Anda mengirimkan buku ‘Sons of Ishmael’ (Anak-anak Ismail) kepada saya, karena saya membutuhkannya?”

Wednesday, July 25, 2012

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 69


Antoine: Selamat datang, para pemirsa yang terhormat, di episode baru program “Pertanyaan Mengenai Iman”, dan selamat datang tamu kami terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman kita yang telah menuliskan banyak surat-surat kepada kami.
Disini ada sebuah surat yang panjang, yang ditujukan kepada Anda, Pak Pendeta. Saya akan membacakan sebagian dan mendengar komentar Anda.
“Pendeta Zakaria Botros, Pak, argumentasi Anda sangat lemah dan siapapun yang tidak berpendidikan penuh dapat menyangkalnya. Jika Allah mengijinkan saya untuk bersama dengan Anda. Saya akan membingungkan dan mengecewakan Anda.
Al Qur’an, Pak, telah diberikan oleh Allah dalam bahasa Arab, jadi Anda harus mempelajarinya sebelum Anda berbicara.”
Silahkan berkomentar.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya sangat senang bahwa orang-orang merasa mereka dapat berkorespondensi dengan kita dan menyatakan pendapat mereka dengan bebas dan saya senang dengan keberanian orang ini.
Saya menyambut Anda dan saya sangat senang dengan Anda.
Anda berkata bahwa argumentasi-argumentasi saya sangat lemah dan siapapun yang tidak berpendidikan penuh dapat menyangkalnya dan bahwa Al Qur’an dalam bahasa Arab dan saya harus belajar sebelum saya berbicara.
Bagaimana dengan Anda, sang pengkritik? Bukankah Anda harus belajar sebelum Anda berbicara? Jangan marah kepada saya! Lihat apa yang Anda tulis. ‘Pak, argumentasi Anda sangat lemah dan siapapun yang tidak berpentitikan penuh…’ ‘Pentitikan’ telah salah dieja, temanku. Seharusnya dieja dengan ‘d’, bukan ‘t’. Bukankah ini bahasa Arab? Bukankah ini bahasa Arab Anda? Atau Anda tidak membaca Al Qur’an dalam bahasa Arab? Jadi, ini ‘pendidikan’, bukan ‘pentitikan’! Ini nomor satu.

Wednesday, July 18, 2012

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 68

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 68

Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, ke episode baru dari program “Pertanyaan Mengenai Iman”, dan selamat datang kepada tamu terhormat Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Terima kasih kepada teman-teman kami yang telah mengirimkan banyak surat kepada kami. Banyak yang meminta Kitab Suci gratis. Kami menerima sebuah surat dari Mesir. Saudara kita berkata: “Secara kebetulan, saya menonton sebuah episode dari program Anda yang menarik ini, sangat jelas dan objektif. Anda mendapatkan rasa hormat kami. Di akhir episode, Anda menawarkan Kitab Suci gratis. Salam.”
Kami berharap, saudara, Anda telah menerima Kitab Suci yang kami kirimkan dan Anda menikmati membacanya. Kami percaya Kitab Suci tersebut akan membawa berkat bagi Anda dan keluarga Anda.
Ada sebuah surat lagi dari seorang saudari di Inggris.
“Salam, saudara terkasih. Mohon kirimkan kepada saya sebuah Kitab Suci dalam bahasa Arab.”
Kami berharap Anda sudah menerima sebuah Kitab Suci yang kami kirimkan dan Anda menikmati buku tersebut. Kami percaya Kitab Suci tersebut akan membawa berkat bagi Anda dan keluarga Anda.
Kami juga menerima sebuah surat dari seorang saudara di Algeria. Ia tinggal di bagian selatan dan menulis dalam bahasa Perancis.

“Salam. Dengan senang hati saya menghubungi program Anda di saluran televisi Anda, untuk memohon agar Anda dapat mengirimkan sebuah Kitab Suci dalam bahasa Perancis kepada saya.”
Saudara ini menyalami kami dan berkata bahwa ia senang menghubungi kami, dan sangat menghargai pemberian Kitab Suci dalam bahasa Perancis.
“Terimalah ucapan harapan terbaik di tahun baru 2005.”
Ia juga mengharapkan tahun baru 2005 yang penuh berkat kepada kami.
Semoga Allah memberkati Anda. Saudara kita ini benar-benar mengerti bahasa Arab.
“Berkat untuk semua pemirsa di program kami dalam bahasa Perancis.”
Jika saudara-saudara kita di Afrika Utara ingin menulis dalam bahasa Perancis, kita dapat menterjemahkan surat-suratnya dan mengirimkan buku-buku kepada Anda, terutama Kitab Suci, dalam bahasa Arab maupun bahasa Perancis. Juga ada dalam bahasa Barbaric.
Dapatkah kita melanjutkan diskusi kita di sesi terakhir? Kita sedang mendiskusikan pencatatan Hadis dan masalah mengenai penuturnya, dan kita mengakhiri sesi tersebut dengan Abu Huraira. Dapatkan Anda menjelaskan kepada para pemirsa siapakah Abu Huraira?

Wednesday, July 11, 2012

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 67

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 67

Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, di episode baru program “Pertanyaan Mengenai Iman” dan selamat datang kepada tamu kehormatan kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Terima kasih kepada teman-teman yang telah menulis kepada kami akhir-akhir ini. Kami menerima banyak surat dan hari ini kami akan membacakan 2 surat yang kami terima melalui internet.
Yang satu ini dari saudara Ussama di Siria. Ia menulis:
“Saya telah melihat program Anda dan menyukai apa yang Anda telah katakan. Tolong beritahu bagaimana hidup saya dapat menjadi lebih baik karena saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.”
Ini sebuah pesan yang indah. Nasehat apa yang Anda tawarkan bagi saudara ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya berterima kasih kepadanya atas surat indah ini dan kita berdoa agar Allah akan membantunya. Pertanyaan ‘Apa yang harus saya lakukan?’ diulang berkali-kali di Kitab Suci.
Apa yang harus saya lakukan agar diselamatkan? Apa yang harus saya lakukan?
Hal pertama yang harus dilakukan adalah bertobat dari masa lalu. Ia menyesali masa lalunya. Hal kedua adalah datang kepada Isa Al-Masih dan percaya bahwa darahNya adalah cara Allah menawarkan keselamatan. Saat ia menerima Isa Al-Masih dalam hidupnya, dosa-dosanya akan dihapuskan dan ia akan diberi hidup baru. Jadi berdoalah bersama saya, saudara Ussama.
“Allah, aku datang dengan pertobatan kepadaMu, menyesali masa laluku. Allah, aku ingin Engkau masuk ke dalam hidupku dan membersihkan semua dosaku. Aku berterima kasih karena Engkau mendengar doaku dan menjawab permohonanku. Terima kasih. Amin.”

Antoine: Amin.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dengan ini, ia akan mempelajari Kitab Suci dan maju serta Allah akan menuntun langkahnya.

Antoine: Seperti yang Rasul Pa’ul katakan: “Barangsiapa ada di dalam Al-Masih, ia adalah ciptaan baru. Perkara-perkara yang lama sudah berlalu, dan semuanya telah menjadi baru.”
Kami berharap untuk mendengar dari saudara ini mengenai perubahan dalam hidupnya dan bahwa ia telah menjadi manusia baru dan menuju ke kehidupan yang penuh berkat.

Wednesday, July 4, 2012

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 66

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 66

Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, di episode baru dari program “Pertanyaan Mengenai Iman”. Kami juga menyambut tamu kehormatan, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Salam kepada Anda.

Antoine: Hari ini kita dengan senang hati akan membacakan 2 surat. Kami mengundang Anda untuk terus menulis kepada kami karena hal ini memberikan dorongan bagi kami. Kami menerima sebuah surat dari Yerusalem. Saudara kita berkata:
“Saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan. Saat saya membaca cerita mengenai Lot dan anak-anak perempuannya di Kitab Suci, saya menemukan bahwa cerita tersebut bertentangan dengan pengajaran sekolah Al-Aqsa, dan ajaran dari guru-guru agama Islam.”
Saya tidak dapat membacakan seluruh suratnya karena cukup panjang, tetapi kemudian ia berkata:
“Saya tidak menemukan pernyataan mengenai Ka’bah di Kitab Suci, walaupun Kitab Suci itu amat sangat tua. Dan saya tidak menemukan apapun di Kitab Injil mengenai batu hitam sakral yang ada diatas Ka’bah.”
Apa pendapat Anda mengenai surat ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja hal-hal tersebut tidak ada di Kitab Suci. Hal yang baik dimana sang penulis membaca dan menelitinya sendiri. Saya berharap melalui penelitian dan pemahaman, seseorang akan menemukan kebenaran.

Antoine: Amin.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin.

Antoine: Kami menerima sebuah surat lainnya dari Jerman. Saya akan membacakan sebagian saja.
“Bapak Pendeta Zakaria Botros yang terhormat. Salam!”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tolong buang bagian yang terhormat. Gelar yang terlalu tinggi. Saya hanya Pendeta Zakaria. Silahkan dilanjutkan.

Antoine: “Allah yang ditinggikan berkata, ‘Jangan ada paksaan dalam agama, dan seterusnya’. Ketiga agama semuanya percaya kepada Allah dengan caranya masing-masing. Setiap agama percaya bahwa mereka benar dan yang lainnya salah. Allah-lah yang akan menghakimi mereka di hari penghakiman dan diberkatilah ia yang menang.”
Pak, pertanyaan saya adalah, ‘Apa yang mau Anda buktikan kepada para pemirsa saat Anda mengkritik Al Qur’an dan Islam?’ Ketika Anda membaca bagian-bagian dari Al Qur’an …ijinkan saya memberitahu Anda bahwa walaupun kadang-kadang Anda salah membacanya, para pemirsa dan pendengar tahu bahwa ini adalah perkataan Allah.”
Ia mengutip beberapa ayat, kemudian berkata:

Thursday, November 10, 2011

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 65

Antoine: Selamat datang para pemirsa yang terhormat, ke episode “Pertanyaan Mengenai Iman”. Juga selamat datang kepada tamu kita yang terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Salam!

Antoine: Kami berterima kasih kepada para pemirsa yang terhormat, yang telah mengirimkan banyak surat kepada kami. Saya ingin membacakan 2 surat bagi Anda. Yang pertama dari Tunisia.
“Bapak Pendeta Botros, Anda telah menerangi kami dengan informasi bahwa Muslim harus menangkap ini jika mereka mempelajari fakta-fakta yang diberikan, menganalisa dan mengambil kesimpulan logis. Tetapi Anda telah mengambil inisiatif untuk membuat kebenaran diketahui.”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: “Pak, saya membutuhkan beberapa penjelasan atas isu-isu berikut ini: Ada berapa ayat yang menyebutkan neraka, teror, dan ketakutan? Bagaimana hal ini berhubungan dengan rasul Islam, Muhammad, jadi dengan mengenal Allah, hampir terikat dengan menerima Rasul Muhammad?”
Kemudian ia bertanya mengenai upeti. Ia berkata, “Saya pernah mendengar bahwa saat orang-orang Muslim menerima upeti dari orang-orang Tunisia, mereka menghentikan peperangan melawan Tunisia.”
Jadi ia bertanya, “Apakah menerima upeti selalu dapat menghentikan perang?”
Ia juga mempunyai permintaan khusus, yaitu untuk mengkhususkan satu episode untuk topik “ketakutan dan terorisme dalam budaya Islam.”
Dapatkan Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan ini? Apa pendapat Anda?

Tuesday, November 8, 2011

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 64


Antoine: Selamat datang para pemirsa yang terhormat, ke episode “Pertanyaan Mengenai Iman”. Juga selamat datang kepada tamu kami yang terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih banyak.
Antoine: Apakah Anda baik?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, syukur kepada Allah.

Antoine: Kami berterima kasih kepada para pemirsa yang telah mengirimkan surat-surat yang cukup banyak melalui internet maupun pos. Saya ingin membacakan sebuah surat dari saudari kita dari Maroko, yang tinggal di Perancis. Saya tidak akan membaca seluruh surat karena sangat panjang. Ia menulis:
“Salam hangat dan damai bagi Anda semua. Saya harap Anda semua dalam keadaan baik. Sedangkan dengan saya, saya amat sangat baik, syukur kepada Isa Junjungan Yang Ilahi yang tinggal di dalam saya dan merubah saya menjadi seorang wanita yang bermoral tinggi. Saya sangat bersyukur atas kasihNya. Kemuliaan bagiNya selama-lamanya, Amin. Saya mempunyai sebuah pertanyaan bagi Anda dan saya mengucapkan terima kasih sebelumnya. Bolehkan saya berdoa bagi orang tua saya yang sudah meninggal dunia dan minta Allah mengampuni mereka? Selain itu, bagaimana dengan orang-orang yang meninggal dunia tanpa pernah mengetahui iman kepada Isa Junjungan Yang Ilahi; mereka tidak mempelajari atau mengetahui apapun sama sekali? Ibu saya terlibat dalam ilmu hitam, sehingga ia dan saudara laki-laki saya saling membenci satu sama lain. Bahkan ibu saya mati ditangannya, karena ia sedang kerasukan roh jahat.”
Apa pendapat Anda mengenai topik dalam surat ini?

Sunday, November 6, 2011

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 63

Antoine: Selamat datang tamu kami yang terhormat, ke episode “Pertanyaan Mengenai Iman”.  Juga selamat datang kepada tamu kami yang terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih banyak.

Antoine: Kita banyak menerima surat lewat internet.  Saya ingin membacakan surat pertama dari Inas, dari Yordania.
“Kami sebagai sebuah keluarga, sangat senang dengan program ini, karena telah mengembalikan keyakinan kami dengan cara yang indah.  Kami menonton setiap episode dan tayangan ulangnya.  Saya berharap Anda sukses, berkembang, damai sejahtera, dan selamat.  Saya mendengar Anda pernah membicarakan sebuah buku berjudul “Anak-anak Ismail”.  Saya ingin mendapatkannya.  Saya berharap agar ada sebuah website dimana saya dapat bercakap-cakap langsung dengan Anda atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu, bahkan seorang pembawa pesan juga boleh.  Saya mengharapkan kemakmuran dan semua kebaikan.  Saya berharap Anda akan menjawab email saya.  Terima kasih.  Dengan hormat.” Apakah Anda ingin mengatakan sesuatu mengenai surat ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Kita punya banyak website.  Saya percaya tim dari program Al-Hayat telah mengirimkan jawaban kepadanya.  Kami ingin membacakan beberapa surat, oleh karena itulah kita membacakan suratnya sekarang, supaya ia yakin dan merasa senang bahwa kita menerima suratnya, tetapi ia sudah menerima jawabannya.

Friday, November 4, 2011

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 62

Antoine: Selamat datang tamu kita terhormat, ke episode baru program “Pertanyaan Mengenai Iman” ini.  Juga selamat datang tamu kehormatan kita Bapak Pendeta Zakaria Botros di episode baru ini.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dengan senang hati.

Antoine: Saya harap Bapak baik-baik saja.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, syukur kepada Allah.

Antoine: Seperti biasa, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemirsa yang telah mengirimkan banyak surat-surat kepada kami.  Hari ini, kami akan membacakan beberapa surat tersebut.  Yang pertama dari seorang saudara Muslim di Palestina.  Ia berkata, di surat yang ditujukan kepada Anda secara pribadi, Bapak Pendeta Zakaria Botros, dan semua pekerja yang telah bekerja untuk menjadikan program 'Pertanyaan Mengenai Iman' ini sukses:  “Saya berharap dan berdoa kepada Allah agar Anda semua diberkati, untuk kesetiaan dan menjawab semua surat-surat yang dikirimkan kepada Anda.  Saya seorang penggemar dan pendukung program ini.  Saya selalu menontonnya dan selalu bertanya-tanya:  Apakah ini iman Nasrani, Muslim, atau Israel?  Mana dari ketiganya yang benar?  Apakah Isa Al-Masih telah datang dan benar-benar disalibkan, atau itu semua hanya kebohongan?  Setelah menonton program Anda, saya mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan saya.  Pertanyaan saya adalah sebagai berikut:  Ada sebuah ayat di Kitab Suci, yaitu di Kitab Keluaran, yang berkata, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.” Apakah gambar-gambar dan patung-patung perawan Maryam dan Isa masuk dalam larangan di ayat ini?  Apakah kemunculan perawan Maryam di Lebanon di tahun 40-an dan kemunculan Isa Al-Masih kepada orang-orang tertentu benar atau salah?”  Apa pandangan Anda?  Apa jawaban Anda?

Tuesday, November 1, 2011

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 61


Antoine: Selamat datang, tamu kehormatan kami, di episode baru “Pertanyaan Mengenai Iman”.  Juga kepada tamu kehormatan Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dengan senang hati.

Antoine: Kami juga berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah menulis surat kepada kami akhir-akhir ini.  Dari ini semua, kami akan membacakan 2 surat.  Kami menerima surat pertama dari Norwegia.  Ditujukan kepada keluarga besar program “Pertanyaan Mengenai Iman”.  Suratnya berisi:  “Salam sepenuh hati dari hati yang terdalam.  Saya berterima kasih untuk program yang sangat menarik dan penting ini.  Saya percaya setiap orang yang berpendidikan, rasional, dan logis akan mempertanyakan iman dan agama, untuk menemukan mana yang paling dekat dengan logika dan kemanusiaan.  Ini hanyalah sifat dasar kita:  Manusia mempunyai akal dan rasa ingin tahu.  Ia akan mencoba untuk mencari kebenaran, atau setidaknya bagian dari itu, seperti yang terjadi dengan saya.  Saya berpendidikan akademis.  Saya tidak mengambil sesuatu apa adanya, tetapi mempelajarinya dan membuktikan apakah itu benar.  Sekali lagi, saya berterima kasih atas program ini, dimana Anda menawarkan hal-hal yang baru.”  Kami berterima kasih, saudaraku.  Kami menantang seluruh pemirsa untuk menulis kepada kami.  Kami mau mengunjungi Anda secara pribadi dan mengirimkan bacaan-bacaan, terutama Kitab Suci.  Bicara mengenai Kitab Suci, saya teringat akan sebuah ayat di Kisah Para Rasul, dimana Rasul Pa’ul sampai di sebuah kota bernama Berea, saat ia berkata, “Sekarang disinilah orang-orang yang lebih luhur dibandingkan orang-orang Tesalonika, karena mereka telah menerima berita baik dengan keinginan yang menggebu-gebu, mempelajari Kitab Suci setiap hari untuk melihat apakah hal itu seperti adanya.”  Apa pendapat Anda?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya, setiap orang seharusnya berpikir, karena Allah memberikan pikiran kepada manusia.  Saat manusia tidak menggunakan pikirannya, ia bermasalah besar.  Allah memberikan manusia pikiran, dan manusia bertanggung jawab untuk berpikir, bertanya, dan meneliti.  Saya sangat senang mendengar ada seseorang yang menulis dan berkata bahwa ia mempunyai pertanyaan.  Saya senang saat orang mulai bertanya-tanya.