Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, ke episode baru dari program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’, dan selamat datang kepada tamu kita yang terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.
Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.
Antoine: Kami berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah mengirimkan surat kepada kami. Saya ingin membacakan sebuah surat yang kita terima melalui internet.
“Kepada Bapak Pendeta Zakaria, semua hormat dan cinta kasih bagi Anda.
Saya sangat frustasi dan kondisi rohani saya sangat buruk. Ayah saya meninggal dunia tanggal 27 Desember 2004 yang lalu, dan sejak itu saya telah terpisah dari Allah. Saya mempunyai pikiran-pikiran negatif, walaupun saya seorang Nasrani. Dulunya saya mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, tetapi setelah saya menikah, rohani saya menjadi hanya hangat-hangat kuku, karena banyak alasan.”
Dapatkah Anda memberikan penghiburan dan dorongan kepada saudari kita ini?
Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya. Terima kasih untuk surat Anda. Kami berdoa bagi Anda dan memohon Allah agar menghibur ruh Anda.
Di surat Anda, Anda menyebutkan tiga kekecewaan yang telah Anda alami. Yang pertama karena tidak mempunyai anak, yang kedua mengenai kehamilan yang terakhir dan Anda mengalami keguguran, dan yang ketiga adalah kematian ayah Anda.
Berhati-hatilah! Jika Anda sendirian, Anda akan menjadi sangat sedih dan tidak dapat melawan percobaan. Lihatlah pada Isa Al-Masih. ‘Imanuel’, yang berarti ‘Allah beserta kita’.
Semoga Isa Al-Masih menopang dan menguatkan Anda. Ambil kekuatan dariNya dan percaya bahwa Ia akan menolong Anda. Mereka yang meninggalkan dunia ini pergi ke kekekalan di surga dan ini membawa ketenangan bagi hati.
Semoga Allah memberkati hidup Anda dan menjaga Anda.